Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Alibaba Menyuntikkan Dana Jumbo Ke Lazada.
Dream – Raksasa e-commerce Tiongkok, Alibaba, dikabarkan menyuntikkan modal US$2 miliar, sekitar Rp27,52 triliun ke Lazada. Dengan suntikan dana ini, Alibaba ingin mempercepat Lazada menjadi pemain terbesar di Asia Tenggara.
Dilansir dari Business Times, Selasa 20 Maret 2018, tak hanya memberikan dana jumbo, e-commerce besutan Jack Ma ini juga menggeser pimpinan Lazada, Max Bittner yang merupakan pendiri Lazada. Sebagai pengganti, Alibab menempatkan salah satu pendirinya, Lucy Peng, sebagai nahkoda anyar e-commerce ini.
Sementara Bittner diangkat menjadi penasihat senior untuk Alibaba.
Senior Economist Maybank, Chua Hak Bin, mengatakan investasi jor-joran Alibaba ini menandakan kawasan ini menjadi medan perang bagi raksasa teknologi global. Chua Hak Bin mengatakan “ perang” ini bisa memberikan dampak buruk bagi ritel tradisional, yaitu ada disrupsi.
“ Pemain tradisional tidak punya dompet tebal dan melek teknologi untuk berkompetisi. Mereka harus menemukan ceruk pasar dan bermitra dengan raksasa teknologi global untuk bertahan,” kata dia.
Kepala pimpinan startup builder—Startup O—Anuj Jain, mengatakan tandanya sudah terlihat. Jain mengatakan ASEAN memiliki potensi pertumbuhan bisnis yang gemuk. Raksasa-raksasa teknologi seperti Sea, Amazon, dan Alibaba, terpincut “ bermain” di wilayah ini.
“ Ini menegaskan kembali kekuata mereka dan niat kuat untuk bermain di wilayah ini yang akan mengintesifkan persaingan. Pada akhirnya, persaingan ini akan menguntungkan konsumen dan mudah-mudahan membangkitkan beberapa aktivitas merger dan akuisisi di ruang startup e-commerce,” kata dia.
Sekadar informasi, total investasi Alibaba ke Lazada sebanyak US$4 miliar (Rp55,04 miliar). Pada 2016, Alibaba berinvestasi sebesar US$1 miliar (Rp13,76 triliun) pada 2016 dan membeli 83 persen saham Lazada menambah uang US$1 miliar (Rp13,76 triliun).
Lazada menolak untuk membicarakan detailnya.
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya