Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Tak Jarang Orang Keburu Panik Karena Tak Bisa Menjawab Pertanyaan Dari Pewawancara Kerja.
Dream – Sahabat Dream, wawancara kerja memang momen menegangkan yang rasanya `ngeri-ngeri sedap`. Kadang, kita merasa dag dig dug dengan serangkaian pertanyaan yang akan dilontarkan oleh pewawancara.
Jika lancar menjawab pertanyaan dari pewawancara, selamat! Peluang kamu untuk mendapatkan pekerjaan akan terbuka lebar.
Lain ceritanya kalau kamu gagal menjawab pertanyaan. Panik dan gelagapan tak tahu harus berbuat apa. Saat kondisi itu, terlintas dalam pikiran, aku harus bagaimana?
Dilansir dari Popsugar, Selasa 20 Maret 2018, yang pertama harus dilakukan adalah tetap tenang dan jangan panik.
Kalau kamu merasa ketakutan, yang ada malah tubuh kamu yang bereaksi, misalnya tekanan darah akan naik dan jantung berdegup kencang. Sekali kamu merasa stres, percaya, deh, kamu tak akan bisa berpikir jernih. Hiruplah napas dalam-dalam dan berikan sugesti positif bahwa semua baik-baik saja.
Ketika mendapatkan pertanyaan yang sulit, jangan buru-buru menjawab tidak tahu. Ketika tak tahu jawabannya, berhati-hati dalam menjawabnya dan jangan terkesan berbelit-belit. Alangkah baiknya jika kamu balik bertanya kepada pewawancara untuk memperjelas lagi pertanyaannya.
Dengan pertanyaan yang lebih rinci mungkin kamu akan terbantu untuk menjawabnya. Kalau tahu informasi tentang pertanyaan ini, beri tahu pewawancara. Tak usah ragu untuk memberitahunya dengan jelas dan lantang.
Kalau benar-benar tidak tahu?
Jika benar-benar tidak tahu jawabannya, tak ada salahnya bertanya kepada pewawancara tentang langkah yang sebaiknya dilakukan untuk memecahkan masalah. Pada dasarnya, mereka ingin mengetahui cara berpikir untuk menyelesaikan masalah. Ketika tidak menemukan solusi, kamu bisa mengakui ada bagian yang tidak kamu pahami. Pewawancara akan tahu bahwa kamu tidak berbohong.
Atau, kamu bisa meminta waktu untuk memberikan jawaban setelah wawancara berakhir.
Mengirimkan e-mail follow up interview menjadi jalan terakhir untuk memberikan pertanyaan yang tidak kamu ketahui jawabannya. Pastikan yang kamu jawab adalah masalah yang diketahui oleh pewawancara. Jangan sampai memberikan jawaban tentang hal yang tak diketahuinya.
Selamat mencoba!
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya