7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Presiden Joko Widodo (Jokowi) Dan Ketua Umum MUI KH Ma'ruf Amin (Foto: Dream.co.id/Muhammad Ilman Nafi'an)
Dream - Ketua Umum Majelis Indonesia (MUI), KH Ma'ruf Amin, merasa bangga memiliki Presiden seperti Joko Widodo (Jokowi). Menurut Ma'ruf, Jokowi kerap bersilaturahmi ke pondok pesantren untuk bertemu dengan para ulama dan santri.
" Saya bersyukur dan merasa bangga, karena Bapak Presiden selalu merespons berbagai aspirasi dan tuntutan umat," ujar Ma'ruf di Pondok Pesantren An Nawawi Tanara, Serang, Rabu 14 Maret 2018.
Ma'ruf mengatakan, Jokowi mau mendengarkan aspirasi pembangunan ekonomi yang tidak hanya bergerak dari atas ke bawah. Pembangunan semacam itu dinilai hanya menguntungkan kaum konglomerat saja.
" Umat ingin dari bawah dan MUI melakukan kongres umat mengusung isu arus baru ekonomi Indonesia," ucap dia.
Menurut Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini, arus baru ekonomi Indonesia merupakan poros yang bergerak dari bawah ke atas. Sehingga, roda perekonomian di jalankan oleh masyarakat menengah bawah.
" Pembangunan ekonomi dari bawah, alhamdulillah Bapak Presiden merespons dengan program redistribusi aset dan kemitraan," kata dia.

Jokowi juga dinilai membantu ekonomi umat dengan didirikannya Bank Wakaf Mikro (BWM) sebagai salah satu poros arus baru ekonomi Indonesia.
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, Wimboh Santoso, mengatakan, hingga kini, OJK telah memberi izin usaha kepada 20 Bank Wakaf di lingkungan pondok pesantren yang tersebar di Serang, Cirebon, Bandung, Ciamis, Purwokerto, Lebak, Kudus, Yogyakarta, Klaten, Surabaya, Kediri dan Jombang.
" Yang sudah berdiri 20, akan berdiri 20 lagi. Setelah itu terus tambah sebanyak-banyaknya," ujar Wimboh.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?