Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Kompetisi Adu Burung Di Kebun Raya Bogor (Sumber: Liputan6.com/Faizal Fanani)
Dream - Menjadi presiden tak serta merta membuat segalanya jadi lebih mudah. Apalagi jika berhadapan dengan seorang pecinta burung fanatik.
Pengalaman itu dialami Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) saat tertarik membeli seekor burung yang menjadi juara di kompetisi yang digelar di Kebun Raya Bogor, Jawa Barat, Minggu, 11 Maret 2018.
Jokowi diketahui sempat ingin membeli burung jenis murai yang menjadi juara di kompetisi tersebut. Namun jawaban mengejutkan diberikan oleh sang pemilik.
"Tapi tadi yang juara satu mau saya beli. (Sudah ditawar?) Sudah tapi pemiliknya ngomong enggak dijual," kata Jokowi.
Dalam kompetisi itu, Jokowi sempat menjadi peserta dengan membawa burung jenis murai batu untuk bertanding. Meski burung milik seorang presiden, juri ternyata tak bergeming dengan status orang nomor satu di Indonesia itu.
Burung murai Jokowi tak keluar sebagai juara. "Kalah, ya bagaimana lagi. Berarti jurinya jujur," ujar dia.
Sebelumnya, Jokowi mengungkapkan, Indonesia memiliki banyak spesies burung. Hingga saat ini tercatat ada sekitar 1.660-an jenis burung yang ada di Indonesia.
Keragaman itu dianggap presiden sebagai salah satu kekayaan besar yang diberikan Allah SWT kepada masyarakat Indonesia.
Presiden menghargai upaya yang dilakukan oleh para pencinta burung. Selain memelihara dan melatih burung untuk diikutsertakan dalam lomba, komunitas pencinta burung ini juga melakukan pengembangbiakan burung, termasuk yang sudah hampir punah.
"Saya sangat menghargai tadi banyaknya penangkaran-penangkaran burung yg ada di banyak daerah sekarang ini. Tadi ada penangkaran murai, kolibri, jalak. Contoh jalak bali dulu sudah punah tetapi karena berhasil ditangkarkan sekarang jumlahnya sudah banyak sekali," kata dia.
(Sah/Sumber: Liputan6.com/Septian Denny)
Advertisement

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Deforestasi Amazon Brasil Turun ke Level Terendah, Ini 5 Pelajaran yang Bisa Ditiru Indonesia

Cuma 10 Menit Olahraga Sehari Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak, Ini Temuan Peneliti

Sering Tersengat Listrik Saat Memegang Gagang Pintu? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Apa yang Terjadi Jika Semua Hutan di Bumi Hilang? Bukan Cuma Hewan, Kehidupan Manusia Ikut Terancam

Buah Kalengan Ternyata Bisa Menyehatkan, tetapi Perhatikan 2 Hal Ini Sebelum Membelinya
