Dilarang Menikah Lagi, Kakek Ini Kabur ke Jakarta

Reporter : Maulana Kautsar
Sabtu, 10 Maret 2018 15:30
Dilarang Menikah Lagi, Kakek Ini Kabur ke Jakarta
Keluarga justru senang sang Kakek kabur dari rumah.

Dream - 'Tua-tua keladi, makin tua makin menjadi'. Peribahasa itu barangkali cocok disematkan pada Karsimin, 85 tahun.

Meski telah berumur, Karsimin masih punya keinginan untuk menikah lagi. Terang saja, anak dan cucunya menolak keinginan Karsimin.

Gara-gara keinginannya tidak disetujui, Karsimin memilih kabur dari rumahnya di Bengkulu. Dia lalu pergi ke Jakarta.

Sesampainya di Jakarta, Karsimin malah kebingungan. Dia tak mengetahui arah tujuan.

Sampai akhirnya Karsimin ditemukan petugas P3S Dinas Sosial DKI Jakarta. Dia lalu dibawa ke Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya 2 Cipayung, Jakarta Timur.

" Ketika di panti, petugas membagi keberadaan Karsimin melalui media sosial. Kebetulan ada KTP yang dimiliki sehingga alamat lengkapnya jelas," ujar Kepala Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya 2 Cipayung, Syaiman, melalui keterangan tertulis, Sabtu, 10 Maret 2018.

 

1 dari 2 halaman

Keluarga Malah Senang Karsimin Kabur

Setelah informasi tersebar, ada akun media sosial yang mengonfirmasi bahwa Karsiman merupakan anggota keluarganya.

Setelah dihubungi, pihak Dinas Sosial terkejut. Sebab, anggota keluarga yang dihubungi malah merasa senang Karsimin kabur.

" Anehnya keluarga sebenarnya malah senang kakeknya kabur dari rumah. Soalnya dia minta nikah lagi. Nikahnya mau sama yang muda lagi," ucap Syaiman.

 

2 dari 2 halaman

Nekat ke Jakarta Berbekal Rp400 Ribu

Dari informasi anak-anaknya, Karsimin dilarang menikah karena memiliki sudah pikun dan menyusahkan orang lain.

Syaiman menuturkan Karsimin nekat ke Jakarta dengan membawa ongkos Rp400 ribu. Tetapi uang itu habis untuk biaya perjalanan ke Jakarta sehingga dia sudah tidak punya ongkos.

" Karsimin sudah ditinggal istrinya sejak lama, makanya hidupnya sendiri dan merasa kesepian. Mungkin itu yang membuatnya ingin menikah lagi," kata Syaiman.

Untuk sementara Karsimin dirawat dan dipenuhi kebutuhannya di panti hingga pihak keluarga mau menjemputnya. Menurut Syaiman, perawatan terbaik adalah di lingkungan keluarga, sedangkan perawatan di panti itu hanya alternatif terakhir.

Beri Komentar
Mengharukan, Reaksi Gempi Dengar Gading dan Gisel Tidur Bareng Lagi