Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dua Indeks Syariah Mencetak Rekor Tertinggi Hari Ini.
Dream - Setelah enam hari berturut-turur mendekam di zona merah, indeks syariah akhirnya bisa kembali ke jalur positif. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan Jakarta Islamic Index (JII) bahkan menguat sepanjang perdagangan sempat ditutup dengan kenaikan signifikan.
Stabilnya sentimen dari pasar luar negeri serta berkurangnya tekanan jual pada saham-saham syarah lapis kedua membuat indeks syariah punya ruang untuk bergerak menguat.
Pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu 21 Maret 2018, indeks ISSI melompat 2,451 poin (1,34%) ke 184,828. ISSI membuka perdagangan dengan menguat ke level 182,893 dan sempat menyentuh level tertinggi di 184,883.
Menguatnya harga saham dari 22 emiten bluechips syariah juga mendorong JII menguat sepanjang perdagangan. Indeks JII menutup sesi perdagangan tengah pekan ini dengan menguat 10,365 poin (1,47%) ke level 716,519.
Investor kembali meramaikan lantai bursa saham syariah. Sebanyak 80,22 juta saham diperdagangan pelaku pasar hingga sesi paska penutupan dengan nilai transaksi mencapai Rp5,58 triliun.
Pemodal asing memang masih melakukan aksi jual saham syariah. Namun nett sell asing kali ini berkurang hampir separuhnya menjadi Rp365,01 miliar.
Banyaknya aksi beli ini di seluruh sektor saham membuat semua indeks bergerak menguat. Indeks pertanian mencatat penguatan tertinggi 2,96 persen disusul industri dasar 2,06 persen dan properti 1,59 persen.
Emiten unggulan syariah pencetak top gainer kali ini adalah UNVR yang harga sahamnya meroket Rp1.275, disusul UNTR Rp350, INDF Rp275, TPIA Rp225, dan INCO Rp150.
Sebaliknya, yang menjadi top loser adalah SMGR yang harganya terkoreksi Rp200, LPPF Rp150, AKRA Rp75, ADRO Rp30, dan CTRA Rp5.
Sayangnya, sentimen positif ini tak berpengaruh pada pasar uang. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah 8 poin (0,06%) ke level Rp13.756. Setelah menghijau di level Rp13/728, rupiah berfluktuasi.
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya