Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan
Kedua Indeks Syariah Terkoreksi Hari Ini.
Dream - Mengawali pekan ini indeks syariah bergerak fluktuatif. Masih tingginya aksi jual pemodal asing serta pola gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam rentang konsolidasi membuat indeks syariah berguguran di sesi penutupan.
Tekanan besar terjadi pada saham-saham lapis dua syariah yang sudah mulai melemah jelang penutupan. Sebaliknya, bluechips syariah masih marak aksi beli saham yang membuat laju indeks Jakarta Islamic Index (JII) sempat berulang kali keluar masuk zona positif.
Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menutup perdagangan harian Bursa Efek Indonesa (BEI), Senin, 19 Maret 2018 dengan melemah 0,687 poin (0,37%) ke level 184,155. Indeks ISSI bergerak fluktuatif setelah dibuka menguat di level 185,120. ISSI sempat terangkat ke level puncak 185,473.
Koreksi lebih rendah dialami Indeks bluechip syariah, JII, yang terpangkas 1,249 poin (0,17%) ke level 715,474. 718,350.
Hingga sesi paska penutupan perdagangan, sebanyak 66,01 juta saham syariah diperdagangkan pelaku pasar dengan nilai Rp3,97 triliun. Aksi lepas saham membuat harga 128 saham syariah melemah sementara 106 lainnya bisa bergerak menguat.
Asing masih cukup besar dalam melepas portofolio saham syariahnya. Nett sell asing pada saham-saham penghuni ISSI mencapai Rp634 miliar, lebih rendah dari JII yang mencapai Rp652 miliar.
Sebagian besar indeks sektoral merosot. Investor lebih sering melepas sahamnya di sektor industri dasar yang indeksnya melorot 2,11 persen.
Satu-satunya indeks sektoral yang menguat, yaitu keuangan sebesar 0,39 persen.
Emiten-emiten keping biru syariah idola investor kali ini adalah AKRA yang indeksnya menanjak Rp325, UNVR Rp200, EXCL Rp100, ICBP Rp100, INDF Rp75, dan INDF Rp50.
Bagaimana dengan saham WSKT? Saham WSKT menguat Rp30 pasca kecelakaan kerja di proyek rumah susun di Pasar Rumput, Jakarta, kemarin, Minggu 18 Maret 2018.
Sebaliknya, saham ASII terkoreksi sebesar Rp175, INCO Rp160, UNTR Rp75, PTPP Rp60, dan PGAS Rp50.
Dari pasar uang, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat 14 poin (0,10%) ke level Rp13.737 per dolar AS.
(Sah)
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?