Subsidi Energi Berisiko Jebol Rp320 Triliun, Harga Pertalite Akan Naik?

Reporter : Nabila Hanum
Jumat, 22 April 2022 19:36
Subsidi Energi Berisiko Jebol Rp320 Triliun, Harga Pertalite Akan Naik?
Kementerian ESDM meminta masyarakat menanti hasil evaluasi. Saat ini diakui harga minyak dunia yang meroket telah membebani APBN.

Dream - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan tengah memperiapkan skenario kenaikan harga BBM bersubsidi jenis Pertalite. Kajian dibuat melihat harga minyak dunia yang kian melonjak.

" Nanti tunggu aja. Kita masih mengevaluasi (kenaikan harga Pertalite), karena sekarang harga minyak mentah dunia tinggi di atas USD 100 per liter," kata Menteri Arifin Tasrif, dikutip dari Liputan, Jumat 22 April 2022.

Menurut Arifin, pemberian subsidi kepada BBM jenis Pertalite dan LPG 3 kg sudah sangat memberatkan APBN. Bila harga minyak dunia terus naik, pemerintah berisiko mengeluarkan dana hingga Rp 320 triliun untuk subsidi energi.

" Makanya kita harus hemat energi, hemat untuk memakai mana yang hak mana yang hak. Rp 300 triliun lebih itu kan hak orang banyak," ujarnya.

Sebelumnya, Kementerian Keuangan mencatat realisasi penyaluran subsidi BBM, gas LPG hingga listrik pada Februari 2022 melonjak hingga Rp 21,7 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, belanja sosial pemerintah tahun ini tidak lagi ditujukan untuk pandemi Covid-19, melainkan untuk subsidi BBM dan kawan-kawannya.

" Bantuan sosial dalam bentuk non targeted ini subsidi BBM, LPG dan listrik sudah disalurkan Rp 21,7 triliun," ungkapnya.

Langkah ini diambil pemerintah, sebab tahun ini terjadi lonjakan harga komoditas. Akibatnya, beban anggaran pemerintah untuk membayar subsidi membengkak. Untuk mengurangi beban tersebut, bantuan sosial diarahkan untuk membantu subsidi energi.

" Penyaluran pada 2020 dan 2021 didominasi targeted bansos, penyaluran by name by address dan UMKM. Sekarang karena lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) dan listrik, maka bansosnya menjadi bentuk subsidi," tuturnya.

1 dari 1 halaman

Pernyataan Menko Luhut

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyebut pemerintah akan menaikkan harga Pertalite dan LPG 3 kg secara bertahap.

" Over all, yang akan terjadi itu Pertamax, Pertalite, Premium, gas yang 3 kilo itu bertahap. Jadi 1 April, nanti Juli, nanti September itu bertahap (naiknya) dilakukan oleh pemerintah," ujarnya pada Jumat 1 April 2022.

Menurutnya, rencana tersebut bagian dari efisiensi pemerintah imbas dari kenaikan sejumlah komoditas.

" Semua efisiensi kita lakukan. kKita akan mendorong perintah Presiden kemarin dalam rapat pemakaian mobil listrik tempatnya Pak Budi Karya (Menhub)," tegasnya.

Beri Komentar