Merger Bank Syariah Perkuat Daya Saing dan Pertumbuhan Ekonomi

Reporter : Annisa Mutiara Asharini
Minggu, 11 Oktober 2020 19:32
Merger Bank Syariah Perkuat Daya Saing dan Pertumbuhan Ekonomi
Kepala Eksekutif LPS Fauzi Ichsan menyarankan untuk segera melakukan merger bank syariah.

Dream - Rencana merger bank syariah terus dilakukan oleh sejumlah lembaga keuangan. Hal ini juga turut menjadi perhatian Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Menurut Kepala Eksekutif LPS, Fauzi Ichsan, perbankan syariah memiliki prospek besar untuk tumbuh lantaran Indonesia mempunyai penduduk Muslim terbesar di dunia. Keunggulan tersebut semakin memperluas potensi market keuangan dan ekonomi syariah untuk berkembang.

" Penduduk Muslim Indonesia terbesar di dunia, sekitar 229 juta orang. Namun tingkat literasi dan inklusi keuangan, terutama keuangan syariah, rendah. Kurang dari 40 persen penduduk Indonesia memiliki akses layanan perbankan. Ini membuat potensi sektor keuangan, konvensional dan syariah, besar untuk tumbuh,” ujar Fauzi di Jakarta, Jumat pekan lalu.

Penurunan biaya pendanaan bank akibat konsolidasi memungkinkan bank syariah memiliki ruang gerak lebih luas untuk menyalurkan pembiayaan terjangkau. Merger turut menjadi solusi untuk mengatasi lonjakan biaya operasional dan capital expenditure.

" Dengan konsolidasi, biaya penggalangan DPK, biaya operasional dan biaya capex (yang tadinya beberapa bank investasi di hardware dan software yang sama) bisa ditekan. Ini membuat bank merger bisa lebih kompetitif,” jelasnya.

1 dari 2 halaman

Bertahan di Tengah Pandemi

Perbankan syariah terbukti masih dapat bertahan di tengah pandemi Covid-19. Bahkan kinerjanya dinilai lebih baik dibandingkan perbankan konvensional.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pertumbuhan Pembiayaan Yang Disalurkan (PYD) perbankan syariah per Juni 2020 mencapai 10,13 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Angka ini lebih tinggi dibanding pertumbuhan penyaluran kredit perbankan konvensional yakni 1,49 persen yoy pada periode tersebut.

Nilai Dana Pihak Ketiga (DPK) juga dinilai lebih tinggi dibanding bank-bank konvensional. Pada periode yang sama, pertumbuhan DPK perbankan syariah di Indonesia mencapai 9 persen yoy, sementara industri perbankan konvensional 7,95 persen yoy.

2 dari 2 halaman

Segera Lakukan Merger

Fauzi menyarankan untuk segera melakukan merger bank syariah guna mengangkat daya saing serta memperkuat penetrasi perbankan syariah.

" Beberapa bank perlu merger untuk meningkatkan skala ekonomi dan kemampuan bersaingnya. Harus ada kepastian agar bank syariah memiliki induk perusahaan atau investor pengendali yang keuangannya kuat," tuturnya.

Saat ini pemerintah melalui Kementerian BUMN berencanamelakukan merger atas bank-bank syariah kepunyaan anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Mereka di antaranya PT Bank BRI Syariah Tbk., PT Bank Syariah Mandiri dan PT Bank BNI Syariah.

Beri Komentar