25 Perusahaan Indonesia Ikut Pameran Halal Virtual Malaysia MIHAS 2021

Reporter : Dwi Ratih
Kamis, 9 September 2021 14:12
25 Perusahaan Indonesia Ikut Pameran Halal Virtual Malaysia MIHAS 2021
Kehadiran puluhan perusahaan Indonesia diharapkan bisa mengintegrasikannya dalam rantai pasokan Halal global dengan bantuan KBRI di Malaysia.

Dream – Malaysia tak ingin ketinggalan dari Indonesia untuk menggaet potensi besar dari bisnis industri halal. Dikenal sebagai pusat keuangan syariah dunia, The Malaysia External Trade Development Corporation (MATRADE) mencoba menarik perhatian pelaku industri dengan menggelar Malaysia International Halal Showcase (MIHAS) pada September 2021 ini.

 

Perubahan perilaku masyarakat dengan gencar berbelanja online selama masa pandemi COVID-19 menjadi salah satu perhatian Matrade. Diungkapkan, Perdagangan Halal berbasis digital di Malaysia terbilang tinggi.  

Hadir dengan tema ‘Empowering Halal, Tomorrow, Together’ MIHAS 2021 akan berpusat pada 12 pilar utama, termasuk di dalamnya pendidikan, farmasi, penyedia jasa dan layanan, waralaba, fesyen, keuangan syariah, kosmetik dan produk perawatan pribadi, media dan rekreasi, pariwisata ramah muslim, e-commerce dan teknologi pangan.

“ Pada masa ini, perdagangan berbasis digital merupakan kunci untuk membangun kembali pertahanan ekonomi,” terang Mohd. Mustafa Abdul Azis selaku CEO MATRADE.

1 dari 3 halaman

Pertemuan ragam tokoh negara

Mustafa menjelaskan, sejak diselenggarakan pada 2004, MIHAS telah dipercaya sebagai wadah perdagangan Halal. Tahun 2019 lalu, acara ini diikuti lebih dari 1.000 peserta pameran dari 44 negara.

Dengan kembali berlangsungnay MIHAS 2021, Mustafa berharap dapat memperkuat posisi Malaysia sebagai pusat Halal global yang diikuti kegiatan sukses lainnya di tengah situasi yang menantang ini.

MIHAS 2021 telah dimulai sesuai jadwal dengan melakukan kegiatan peninjauan yang diselenggarakan MATRADE setiap Rabu dari 11 Agustus hingga 1 September 2021 kemarin.

Ilustrasi© MIHAS

Dengan momentum positif yang sudah terbentuk maka pusat informasi virtual MIHAS 2021 akan dilanjutkan dari tanggal 10 hingga 12 September 2021 besok.

Adapun sesi lanjutan dimulai dengan pertemuan para eksportir Malaysia bersama Komisi Perdagangan MATRADE dari berbagai macam negara seperti Asia Selatan, Timur Tengah, Afrika Utara, Afrika Barat, Asia Tengah dan Eropa.

Dari pertemuan itu bertujuan memperdalam potensi perdagangan ekspor Halal dengan lebih lanjut, di mana MIHAS akan berperan sebagai fasilitator.

2 dari 3 halaman

Bertujuan jadi tuan rumah pameran Halal

Sejumlah seminar yang membahas mengenai industri halal seperti topik mengenai pembiayaan syariah, inovasi dan keberlanjutan bisnis, teknologi digital, dan peran pengusaha perempuan dalam ekonomi Halal telah digelar

Di samping itu, diadakannya MIHAS ini juga bertujuan menjadi tuan rumah secara virtual dari berbagai kumpulan peserta pameran Halal, serta lebih dari 15.000 pembeli berskala internasional dan pengunjung perdagangan di seluruh ekosistem Halal, dan menjadikannya acara pameran Halal terbesar di dunia.

Ilustrasi© MIHAS

MIHAS dengan cepat dapat beradaptasi dengan perubahan ini dan sepenuhnya terselenggara secara digital untuk pertama kalinya pada 9 September hingga 31 Desember 2021 mendatang.

Dilengkapi dengan kemampuan digital, MIHAS akan mempertemukan para peserta pameran, pengunjung, dan partisipan lewat daring.

“ Sebanyak 25 perusahaan lokal Indonesia siap berpartisipasi dalam MIHAS 2021 dengan tujuan untuk mengintegrasikan perusahaan Indonesia dalam rantai pasokan Halal global dengan bantuan KBRI di Malaysia,” kata Har Man Ahmad selaku Trade Commissioner MATRADE Jakarta.

3 dari 3 halaman

Bertemu via online

Beri Komentar