Kisah Anak Kampung Jadi Miliarder, Sumbang Rp114 Miliar

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Senin, 17 September 2018 14:30
Kisah Anak Kampung Jadi Miliarder, Sumbang Rp114 Miliar
Mengenyam pendidikan sampai kuliah adalah hal langka bagi seorang anak desa kala itu.

Dream – Semakin banyak miliarder yang terjun ke dunia filantropi. Kali ini, aksi miliarder Tiongkok disorot.

Namanya, Charles Chen Yidan.

Dilansir dari Bloomberg, Senin 17 September 2018, Charles Chen merupakan seorang mantan petinggi Tencent Holding Ltd. Dia berhenti dari perusahaannya di tahun 2013 dan terjun ke dunia filantropi untuk pendidikan pada 2013.

Sabtu lalu, Charles Chen mengumumkan dua pemenang Yidan Prize, yaitu profesor di Northwestern University yang berkecimpung di bagian statistik di kebijakan pendidikan, Larry Hedges. Serta pendiri platform pengajaran online, edX.

Hadiah senilai total 60 juta dolar Hong Kong atau Rp114,38 miliar diberikan untuk dua orang pemenang.

Charles Chen mengatakan pendidikan merupakan fokus utamanya. Mengapa?

1 dari 4 halaman

Pendidikan Satu-satunya Cara untuk Mengubah Hidup

“ Ayah saya dari pedesaan dan menjadi orang pertama di keluarga yang sekolah di universitas. Pendidikan mengubah ayah saya dan diri saya,” kata dia.

Chen mengatakan ada tekanan “ tak kasat mata” di Tiongkok semasa dia masih mengenyam pendidikan. Dikatakan, pemerintah hanya akan memberikan pekerjaan jika pelajar lulus dengan nilai yang baik. Tapi, kebijakan ini sudah dihapus sejak 1993.

“ Sebelum (tahun 1993), kalau berasal dari desa, kuliah adalah cara untuk mengubah hidup,” kata dia.

Dengan sumbangan yang diberikannya, Chenn optimistis langkah serupa akan diikuti miliarder Tiongkok lainnya. Keyakinan itu muncul karena budaya tradisional Tiongkok sangat mendukung amal.

“ Ini bukan hanya donasi, tetapi menggunakan sumber daya dan pengalaman untuk berkontribusi,” kata dia.

2 dari 4 halaman

Punya Harta Rp569 Triliun, Pria Ini Memilih Balik Jadi Guru

Dream – Bos Alibaba, Jack Ma, memasuki masa pensiun. Perusahaan ini memilih Daniel Zhang sebagai pengganti Jack Ma.

Nantinya, Daniel akan memimpin sebagai CEO Alibaba pada 10 September 2019.

Dilansir dari CNBC, Senin 10 September 2018, Jack Ma akan melanjutkan kepemimpinannya di Alibaba selama 12 bulan ke depan. Selama periode ini, dia melakukan transisi kepemimpinan kepada Zhang. Setelah itu, Jack Ma akan tetap di kursi direksi Alibaba sampai pertemuan pemegang saham tahunan 2020.

Di sebuah surat kepada pelanggan dan pemegang saham Alibaba, Jack Ma mengatakan perusahaan telah melangkah ke tingkat berikutnya dengan tata kelola perusahaan yang bergantung pada individu dan dibangun di atas sistem keunggulan organisasi dan budaya pengembangan bakat.

Dia percaya diri penunjukan Daniel adalah langkah yang tepat. Mantan guru bahasa Inggris ini optimistis Daniel dan tim telah siap untuk memimpin Alibaba.

“ Saya memiliki keyakinan penuh pada generasi pemimpin kami berikutnya,” tulis Jack Ma.

3 dari 4 halaman

Ke Mana Jack Ma?

Usai tak lagi menjadi bos Alibaba, Jack Ma ingin memperkuat perannya di Alibaba Partnership sebagai mitra pendiri.

Alibaba Partnership merupakan kelompok yang terdiri dari 36 pemimpin senior yang dipercayakan dengan visi, misi, dan nilai perusahaan.

Dia juga ingin kembali ke bidang pendidikan.

“ Saya juga ingin kembali ke pendidikan, yang membuat saya bergairah. Saya menyukai pendidikan,” kata Jack Ma.

4 dari 4 halaman

Tak Banyak Perubahan?

Direktur Penelitian di konsultan jasa keuangan D. A. Davidson and Co, Gil Luria, tidak heran dengan penunjukan Daniel sebagai “ pewaris tahta” Jack Ma. Luria mengatakan Ma telah mundur dari panggung untuk Daniel.

Dia mengatakan tak ada perubahan yang banyak sebagai akibat dari suksesi kepimpinan.

“ Komunikasi ke dunia luar mungkin sedikit berbeda tanpa Jack Ma. Dia sosok yang berwarna, karismatik, dan aspek komunikasi ini mungkin hilang,” kata Luria.

Ada kemungkinan Daniel akan melanjutkan strategi yang sama dengan Jack Ma untuk melanjutkan perusahaan, yaitu strategi online to offline. “ Ini perusahaannya sekarang dan sebagai ketua (Zhang) kemungkinan besar akan melanjutkan strategi itu,” kata dia. 

Beri Komentar