Banyak Tak Disadari, 3 Tren Dunia Karier Ini Menjamur di Era Digital

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Rabu, 24 Juli 2019 10:24
Banyak Tak Disadari, 3 Tren Dunia Karier Ini Menjamur di Era Digital
Salah satu trennya adalah pekerjaan paruh waktu jadi pilihan karier.

Dream – Perubahan teknologi dan gaya hidup di masyarakat telah mengubah dunia bisnis secara perlahan-lahan. Tanpa disadari kini gaya hidup kita menjadi lebih modern dan fleksibel. Hal itu juga berlaku di dunia kerja.

Dikutip dari Karir.com, Rabu 24 Juli 2019, ada tiga tren yang mulai muncul di dunia kerja seiring dengan perkembangan teknologi.

Perubahan pertama yang paling terlihat adalah freelancing yang mulai banyak menjadi pilihan karier.

Menjadi seorang freelance atau paruh waktu mungkin bukan sebuah pilihan karir yang utama di era 80-90an. Ketidakpastian waktu kerja dan penghasilan yang tidak tetap menjadi pertimbangan mengapa menjadi seorang freelancer tidak menjadi pilihan utama.

Namun, dengan situs yang menyediakan pekerjaan paruh waktu, freelance mendapatkan tempat di hati para pekerja. Dengan menjadi pekerja freelance, mereka merasa lebih bebas untuk bekerja daripada harus hidup terkekang dalam kehidupan kantor.

Selain itu, para pekerja lepas juga merasa lebih dihargai kemampuannya. Yang mengatur pekerjaan adalah mereka sendiri.

1 dari 5 halaman

Munculnya Co-Working Space

Semakin mahalnya biaya sewa gedung dan area perkantoran menjadikan co-working space menjadi pilihan utama untuk bekerja. Biasanya co-working space ini digunakan oleh perusahaan-perusahaan startup yang masih belum mampu menyewa gedung operasional.

Selain digunakan oleh perusahaan startup, co-working space juga banyak digunakan oleh para pekerja freelance yang ingin mendapatkan suasana berbeda ketika bekerja.

Co-working space biasanya sudah menyediakan berbagai fasilitas yang bisa digunakan oleh penyewa seperti telepon, air minum, toilet, wifi bahkan hingga ruang rapat. Harga untuk menyewa co-working space ini sangat bervariasi dan tergantung dari fasilitas apa saja yang ingin digunakan.

Harga rata-rata yang dipatok untuk menikmati co-working space ini berkisar antara Rp1,5 – Rp2 juta per bulan untuk fasilitas lengkap.

2 dari 5 halaman

Bekerja dari Rumah Menjadi Pilihan

Semakin banyaknya teknologi pendukung untuk sebuah perusahaan beroperasi membuat perusahaan tidak perlu mengawasi pekerjanya selama 24 jam. Berbagai laporan dan hasil pekerjaan bisa langsung dipantau dengan teknologi cloud server.

Hal ini memungkinkan para pekerja untuk menyelesaikan pekerjaan mereka dari rumah tanpa perlu repot datang ke kantor. Memang tidak semua perusahaan mengadaptasi hal ini sekarang.

Tetapi di masa depan bukan tidak mungkin gedung perkantoran tidak terlalu dibutuhkan dan hanya digunakan pada saat-saat tertentu saja.

3 dari 5 halaman

Bagaimana Menyikapi Tren Ini?

Tiga contoh ini hanyalah gambaran singkat tentang tren yang terjadi di dunia kerja. Tapi, tidak berarti hal ini tidak terjadi di Indonesia dalam waktu yang singkat.

Dalam menyikapi perubahan trend ini tidak ada salahnya bagi para fresh graduates atau yang sedang mencari kerja untuk mulai sedikit belajar mengenai teknologi-teknologi terbaru. Carilah informasi mengenai cloud software yang saat ini banyak digunakan seperti Slack, Trello, Google Product dan sejenisnya.

Semakin terbiasa kalian menggunakannya, kalian akan semakin mudah untuk beradaptasi di masa depan nantinya. Nah, apakah kalian setuju?

4 dari 5 halaman

5 Kesesuaian Budaya Ini Pengaruhi Kariermu

Dream – Di dunia kerja, kesesuaian budaya sering digunakan untuk perekrutan dan pencarian pekerjaan. Kesesuaian budaya ini mengacu kepada kesesuaian nilai dan kepercayaan antara karyawan dan perusahaan.

Misalnya, seseorang yang menyukai daging akan merasa sangat sulit untuk menyelaraskan nilai-nilainya dengan perusahaan apa pun yang menganjurkan veganisme.

Contoh lain, dari kesesuaian budaya yang buruk adalah seorang ibu dengan anak masih kecil, namun bekerja di perusahaan yang terdapat aturan harus bersedia bekerja hingga larut malam dan akhir pekan.

 

 

Kamu mungkin tergoda untuk mengabaikan perbedaan antara nilai-nilai kamu dengan calon perusahaan, kecuali cukup terbuka untuk beradaptasi. Ingat, kamu tidak bisa memaksakan kehendak. Beberapa perbedaan tersebut terlalu sulit untuk diatasi.

Penelitian mengungkapkan bahwa karyawan yang menunjukkan kesesuaian budaya yang baik dengan perusahaan tidak hanya mengalami kepuasan kerja yang lebih besar, mereka juga cenderung bertahan di perusahaan lebih lama dan berkinerja lebih baik.

Berikut ini adalah lima hal bagaimana kesesuaian budaya bisa berpengaruh terhadap perkembangan karier, sebagaimana dikutip dari rilis Jobstreet.

Motivasi

Bayangkan kamu bekerja di perusahaan yang mementingkan keuntungan di atas segalanya. Tidak ada memikirkan konsekuensi dari pengelolaannya pada lingkungan atau masyarakat.

Di sisi lain, kamu menganggap ketiadaan tanggung jawab sosial ini sebagai masalah besar. Kamu merasakan ketidakpuasan yang terus berkembang dan semakin demotivasi ketika memaksakan diri untuk menjalani pekerjaan sehari-hari di tempat kerja.

Produktivitas

Jika tidak memiliki nilai atau kepercayaan yang sama dengan perusahaan, kemungkinan kamu juga tidak memiliki banyak kesamaan dengan sebagian besar teman kerja. Hubungan yang tidak selaras ini pada akhirnya akan membuat kamu tidak peduli dengan pekerjaan.

Kamu tidak akan menemukan kesenangan dalam tugas harianmu. Akhirnya, pasti akan menyebabkan produktivitas menurun.

Inspirasi

Kita merasa terinspirasi di tempat kerja ketika memiliki koneksi dengan visi dan tujuan perusahaan, dan khususnya ketika tujuan yang sama selaras dengan tujuan kita. Inilah yang menciptakan sinergi di tempat kerja. Kolaborasi antara orang-orang yang berpikiran sama memunculkan hasil yang tidak akan dapat dicapai oleh seseorang jika bekerja sendiri.

5 dari 5 halaman

Persahabatan dan Pertumbuhan

Persahabatan

Rekan kerja dapat meningkatkan kebahagiaan di tempat kerja, atau mereka bisa membuat kita benar-benar sengsara. Jika menemukan bahwa sebagian besar rekan kerja Anda suka berpesta pada akhir pekan — termasuk bos— tetapi kamu tidak melakukannya, kamu tidak akan bersenang-senang di tempat kerja.

Di sisi lain, jika kamu seorang orang yang suka bergaul, tetapi semua orang di kantor adalah orang introvert, kamu akan merasa seperti orang aneh juga. Intinya adalah persahabatan dengan rekan kerja merupakan elemen penting dari kepuasan kerja seseorang.

Pertumbuhan

Jika menikmati apa yang dilakukan dan mencintai lingkungan kerja dan kolega, kamu akan bekerja dengan baik di tempat kerja dan merasa jauh lebih mudah untuk mengukur jenjang perusahaan. Memiliki koneksi baik dengan bos dan rekan kerja pasti akan menghasilkan sedikit hambatan pada pertumbuhan karier kamu.

Beri Komentar
(Deep Dream) Menteri PAN-RB Buka-bukaan Soal PNS Kerja dari Rumah dan Single Salary