Ngotot Ogah Pegangan saat Naik Eskalator, Kena Denda Rp4 Juta

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Selasa, 23 April 2019 09:15
Ngotot Ogah Pegangan saat Naik Eskalator, Kena Denda Rp4 Juta
Ini alasannya.

Dream – Ketika naik eskalator di pusat perbelanjaan, kamu pasti membaca aturan setiap pengunjung untuk selalu memegang handrail. Imbauan itu sengaja dibuat agar keselamatan kamu tetap terjaga. 

Namun apa jadinya jika seorang pengunjung bersikukuh tak mau mematuhi imbauan itu? Yang mengejutkan, dia memaksa untuk tak melakukan itu dengan memperkarakannya ke pengadilan. 

Meski terdengar aneh, namun hal ini benar-benar terjadi. Dikutip dari Oddity Central, Selasa 22 April 2019, seorang wanita Kanada memperjuangkan haknya untuk naik eskalator tanpa pegangan. Dia bahkan berjuang di pengadilan selama 10 tahun.

Pada 2009, wanita bernama Bela Kosoian ini naik tangga berjalan di stasiun kereta bawah tanah di Laval, Kanada. Kala itu, polisi mengingatkan Bella untuk melaksanakan rekomendasi pictogram “ Perhatian, pegang handrail”.

Wanita ini menolak untuk mematuhi instruksi petugas dan mulai berargumen. Perdebatan ini berakhir denda senilai US$100 (Rp1,41 juta) karena menolak memegang handrail. Dia juga masih kena tambahan denda senilai US$230 (Rp3,24 juta) karena enggan menyebutkan identitas dirinya.

Total denda yang harus dibayarkan Bela hanya karena menolak memegang handrail eskalator mencapai Rp4,64 juta.

Kosoian diborgol dan ditahan selama 30 menit.

Pada 2012, wanita itu dibebaskan dari “ kejahatannya” di pengadilan kota pada 2012, kemudian mengajukan gugatannya sendiri. Alasannya, dia tak wajib memegang pegangan eskalator atau mengidentifikasi dirinya sendiri di depan petugas polisi.

Kosoian kalah dua kali di pengadilan Quebec, tapi wanita itu menolak menyerah.

1 dari 1 halaman

Pantang Mundur

Bela kini mengajukan kasusnya di Mahkamah Agung Kanada. Menurut dokumen pengadilan, dia tak mau memegang ekskalator karena tak menganggap piktogram sebagai kewajiban.

Ketegangan meningkat ketika Bela enggan berpegangan dan mengidentifikasi dirinya.

Para hakim menyebut, dalam dua kasus sebelumnya, petugas punya keyakinan yang jujur, tapi salah. Hukum memang mengharuskan penumpang eskalator berpengangan pada handrail. Tapi, polisi juga beralasan yang masuk akal untuk percaya bahwa pelanggaran telah dilakukan.

Hakim Agung Mahkamah Agung Kanada, Clement Gascon, mengisyaratkan tak setuju dengan orang-orang yang membayar tilang karena tak berpegangan dengan eskalator.

“ Saya kira jika memberikan tiket kepada orang-orang yang tak berpengangan tangan , kita akan mengeluarkan ratusan per jam,” kata Gascon. (Sah)

Beri Komentar
Wasiat Terakhir Ustaz Arifin Ilham