Pemerintah Akan Memajaki UKM Online Dan Offline.
Dream – Kementerian Keuangan masih mengkaji turunan pengenaan pajak untuk pebisnis online atau e-commerce. Nantinya, para pelaku bisnis e-commerce diminta menyetorkan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penghasilan (PPh).
Dikutip dari Merdeka.com, Selasa 23 Januari 2018, Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, akan menurunkan PPh final untuk merchant yang memiliki usaha di bawah volume tertentu. Tak hanya online shop, toko offline juga akan dikenakan aturan yang serupa.
“ Kami akan mengurangi PPh final untuk para merchant yang usahanya di bawah volume untuk UKM. Perubahan PP-nya sudah dimulai atau sedang dilakukan,” kata Sri Mulyani di Jakarta.
Dia berkata, semua merchant UKM akan dikenakan PPh final sebesar 0,5 persen. Menurut mantan petinggi Bank Dunia ini, penyeragaman PPh final ini dilakukan untuk memberikan keadilan bagi pelaku UKM.
UKM-UKM yang akan didata ini berasal dari merchant, marketplace, Facebook, dan Instagram. “ Tentu ini memberikan keadilan dan persamaan perlakuan yang sama kepada yang bekerja di dunia digital dengan menggunakan transaksi digital,” kata dia.
Sri Mulyani menambahkan, Kemenkeu juga masih mengkaji pemberian insentif dalam penerapan aturan tersebut. “ Kami sedang mendorongnya dan akan melihat seperti apa,” kata dia.
Advertisement
Inilah Peta Baru Dunia Versi PBB: Eropa dan Amerika Jadi Lebih Kecil. Mengapa?

Tak Lagi ke Bantargebang, Sebagian Limbah Jakarta Belok ke Bank Sampah

Sampah Bisa Jadi Voucher Belanja hingga Pengganti Batubara

3,3 Juta Lansia Terdampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Ini yang Terjadi Saat Masuk ke Tubuh

Abu Vulkanik Letusan Anak Krakatau Sampai Jakarta, Bandara Soekarno Hatta Ditutup Sementara


Es Batu atau Air Es, Mana yang Lebih Cepat Mendinginkan Minuman? Jawabannya Ternyata Mengejutkan


Mengapa Mencetak Uang Lebih Banyak Tidak Bisa Membuat Negara Lebih Kaya?


Inilah Peta Baru Dunia Versi PBB: Eropa dan Amerika Jadi Lebih Kecil. Mengapa?

Mengapa Kaki Kecil Pernah Dianggap Cantik di China? Sejarah Tradisi Ikat Kaki yang Menyakitkan

Tak Lagi ke Bantargebang, Sebagian Limbah Jakarta Belok ke Bank Sampah