Orang Tajir Melintir Sekalipun Tak Bisa Menghindari Virus COVID-19

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Selasa, 26 Januari 2021 16:33
Orang Tajir Melintir Sekalipun Tak Bisa Menghindari Virus COVID-19
Dia adalah seorang miliarder asal Meksiko.

Dream – Orang terkaya Meksiko, Carlos Slim Helu, dikonfirmasi positif COVID-19 selama seminggu. Kondisi miliarder berusia 81 tahun pada 28 Januari 2021 ini, telah berangsur membaik karena terpapar Covid-19 dengan gejala sedang.

Dikutip dari Forbes, Selasa 26 Januari 2021, kabar mantan orang terkaya nomor satu dunia itu diketahui dari juru bicara yang mengatasnamakan anak Carlos Slim, Domit, kepada media Meksiko, Reforma. Berita Slim terpapar COVID-19 muncul sehari setelah Presiden Meksiko, Andres Manuel Lopez Obrador, tertular COVID-19 dan memiliki gejala ringan. Namun, dia memutuskan untuk terus bekerja.

Sekadar informasi, Forbes memperkirakan kekayaan Slim mencapai US$59,9 miliar (Rp842,02 triliun). Kekayaan ini menjadikan Slim sebagai orang terkaya ke-21 di dunia.

Asetnya yang berharga adalah sahamnya di America Movil, sebuah perusahaan telekomunikasi seluler Amerika Latin. Dia muncul di daftar miliarder Forbes setelah privatisasi perusahaan telepon milik negara, Telmex, pada 1990. Privatisasi ini dipimpin oleh konglomerasi industrinya, Group Carso, bersama France Telecom dan Southwestern Bell.

Meskipun jadi orang tajir, gaya hidupnya tetap biasa. Dikatakan bahwa Slim tetap tinggal di rumah yang sama saat dia masih muda.

“ Rumah saya saat bujangan lebih baik daripada tempat tinggal saya selama 40 tahun,” kata dia kepada Forbes.

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

1 dari 2 halaman

Vaksinasi Sekali Suntik Belum 100% Ampuh Tangkal Covid-19

Dream - Vaksinasi Covid-19 tahap pertama di Indonesia sudah berjalan hampir dua pekan. Selama rentan waktu tersebut, terdapat laporan mengenai masih adanya penerima vaksin yang bisa tertular Covid-19.

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Reisa Broto Asmoro, menjelaskan vaksinasi harus dijalankan dalam dua kali penyuntikan. Jika hanya sekali, sistem kekebalan terhadap Covid-19 belum terbentuk secara sempurna.

" Untuk mengingatkan bahwa vaksin apabila satu kali disuntikkan dosisnya tidak bisa membuat kebal 100 persen terhadap Covid-19," ujar Reisa dalam konferensi pers disiarkan Sekretariat Presiden.

 

© Dream

 

Dalam membentuk kekebalan, vaksin memerlukan waktu untuk menyusul antibody di dalam tubuh. Sehingga usai mendapat suntikan, diharapkan tetap melaksanakan protokol kesehatan.

" Demi menjaga dan melindungi diri kita, anak, dan keluarga yang kita cintai, lakukan semuanya. Disiplin 3M, protokol kesehatan harus ketat," kata Reisa.

© Dream
2 dari 2 halaman

Kementerian Kesehatan memberikan penjelasan terkait waktu yang diperlukan bagi vaksin untuk membentuk kekebalan tubuh. Waktu paling efektif yaitu satu bulan setelah tubuh disuntik vaksin.

Suntikan vaksin Covid-19 memang harus dilakukan dua kali. Suntikan pertama berfungsi memicu respon tubuh untuk membentk kekebalan awal sedangkan suntikan kedua menguatkan respon imun tubuh.

Jika baru satu kali disuntik, Kemenkes menyatakan seseorang masih berpeluang tertular Covid-19. Apabila dinyatakan positif Covid-19, maka seseorang sebenarnya dalam masa inkubasi ketika menerima suntikan vaksin.

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

Beri Komentar