Pacu Utang Syariah, OJK Bawa Lembaga Keuangan Tertua Inggris

Reporter : Syahid Latif
Kamis, 3 Maret 2016 17:45
Pacu Utang Syariah, OJK Bawa Lembaga Keuangan Tertua Inggris
Penerbitan surat utang syariah oleh korporasi diyakini bisa memacu pertumbuhan keuangan syariah.

Dream - Menggandeng lembaga pembiayaan internasional tertua di dunia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berharap bisa memacu minat emiten di Indonesia untuk menerbitkan surat utang syariah (Sukuk).

Alternatif sumber pembiayaan baru ini diyakini bisa digunakan untuk proyek infrastruktur di INdonesia.

" Dengan dukungan penuh dari kementerian BUMN, seluruh BUMN di Indonesia dan pelaku pasar modal, kami yakin pasar modal syariah di Indonesia akan semakin berkembang, mulai dari tingkat literasi sampai dengan tingkat utilitas, yang berujung pada meningkatnya market share sukuk korporasi,” kata Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal I Sarjito dalam sambutan Workship Peranan Sukuk dalam Pembiayaan Pembangunan Infrastruktur, Kamis, 3 Maret 2016.

Adam Harris, pembicara dari UK Export Finance (UKEF), lembaga pembiayaan internasional tertua di dunia yang didirikan oleh pemerintah Inggris tahun 1919, menilai BUMN dan korporasi di Indonesia, sebetulnya dapat memanfaatkan skema penjaminan dari lembaga keuangan internasional untuk meningkatkan minat investor untuk berinvestasi di sukuk korporasi rupiah.

UKEF sendiri sudah pernah melakukan penjaminan terhadap sukuk yang diterbitkan salah satu maskapai penerbangan di Timur Tengah.

Sementara itu, CIMB Securities uang pernah menangani penerbitan sukuk PT XL Axiata senilai Rp 1,5 triliun mengakui kesuksesannya selama ini tak lepas dari fasilitas insentif OJK.

Direktur CIMB Sekuritas yang juga Head of Debt Syndicate, Anung Rony Hascaryo, mengatakan penerbitan sukuk tersebut memanfaatkan fasilitas insentif berupa pengurangan biaya pendaftaran.

Negara Inggris merupakan sebagai negara non-muslim pertama yang menerbitkan sukuk negara sebesar 200 juta pound sterling di tahun 2014. Dengan dukungan lembaga keuangan yang memiliki pengalaman dan keahlian internasional dalam penerbitan sukuk, OJK berharap bisa membantu pengembangan pasar sukuk korporasi berdenominasi rupiah di Indonesia.

Beri Komentar
Kenangan Reza Rahadian Makan Siang Terakhir dengan BJ Habibie