Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Menggandeng lembaga pembiayaan internasional tertua di dunia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berharap bisa memacu minat emiten di Indonesia untuk menerbitkan surat utang syariah (Sukuk).
Alternatif sumber pembiayaan baru ini diyakini bisa digunakan untuk proyek infrastruktur di INdonesia.
" Dengan dukungan penuh dari kementerian BUMN, seluruh BUMN di Indonesia dan pelaku pasar modal, kami yakin pasar modal syariah di Indonesia akan semakin berkembang, mulai dari tingkat literasi sampai dengan tingkat utilitas, yang berujung pada meningkatnya market share sukuk korporasi,” kata Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal I Sarjito dalam sambutan Workship Peranan Sukuk dalam Pembiayaan Pembangunan Infrastruktur, Kamis, 3 Maret 2016.
Adam Harris, pembicara dari UK Export Finance (UKEF), lembaga pembiayaan internasional tertua di dunia yang didirikan oleh pemerintah Inggris tahun 1919, menilai BUMN dan korporasi di Indonesia, sebetulnya dapat memanfaatkan skema penjaminan dari lembaga keuangan internasional untuk meningkatkan minat investor untuk berinvestasi di sukuk korporasi rupiah.
UKEF sendiri sudah pernah melakukan penjaminan terhadap sukuk yang diterbitkan salah satu maskapai penerbangan di Timur Tengah.
Sementara itu, CIMB Securities uang pernah menangani penerbitan sukuk PT XL Axiata senilai Rp 1,5 triliun mengakui kesuksesannya selama ini tak lepas dari fasilitas insentif OJK.
Direktur CIMB Sekuritas yang juga Head of Debt Syndicate, Anung Rony Hascaryo, mengatakan penerbitan sukuk tersebut memanfaatkan fasilitas insentif berupa pengurangan biaya pendaftaran.
Negara Inggris merupakan sebagai negara non-muslim pertama yang menerbitkan sukuk negara sebesar 200 juta pound sterling di tahun 2014. Dengan dukungan lembaga keuangan yang memiliki pengalaman dan keahlian internasional dalam penerbitan sukuk, OJK berharap bisa membantu pengembangan pasar sukuk korporasi berdenominasi rupiah di Indonesia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya