Patung Garuda Wisnu Kencana Di Bali. (Foto: Merdeka.com)
Dream – Patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) belum lama ini diresmikan. Setelah 28 tahun patung ini akhirnya berdiri secara utuh.
Patung yang berlokasi di Bali ini diklaim tertinggi ketiga di dunia, setelah The Spring Temple Buddha di Tiongkok dan The Laykyun Sekkya Buddha di Myanmar.
Ternyata, patung yang terbuat dari tembaga dan kuningan ini memiliki biaya produksi yang lebih mahal daripada Patung Liberty di Amerika Serikat dan Menara Eiffel di Perancis. Biaya pembuatan patung GWK ini mencapai US$100 juta (Rp1,48 triliun), dilansir dari ABC News.
Menurut urut data Home Advisor pada 2015, biaya pembangunan Patung Liberty kala itu mencapai US$10,6 juta (Rp157,66 miliar). Biaya ini telah melalui penyesuaian inflasi. Sekadar informasi, patung Liberty digarap selama 9 tahun dan diresmikan pada 28 Oktober 1886.
Bagaimana dengan Menara Eiffel? Biaya pembangunan saat itu diprediksi mencapai US$38,2 juta (Rp568,17 miliar).
(Sumber: Liputan6.com/Tommy Kurnia, ABC News)
Dream - Masyarakat Indonesia, khususnya Bali, patut berbangga. Setelah 28 tahun, patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) kini berdiri secara utuh.
Patung yang terbuat dari tembaga dan kuningan ini memiliki tinggi 121 meter. Patung yang diklaim tertinggi ketiga di dunia ini sepenuhnya dikerjakan oleh tenaga ahli dalam negeri.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) kagum atas selesainya pembangunan GWK. Dia menyebut patung GWK ini merupakan mahakarya anak bangsa.
“ Saya tadi diberikan penjelasan bahwa patung ini lebih tinggi dari pada Patung Liberty di Amerika Serikat,” kata Jokowi dikutip dari laman setkab.go.id.
Jokowi menuturkan selesainya patung GWK ini merupakan bentuk nyata peradaban modern bangsa Indonesia. Menurut dia, Indonesia tidak lagi hanya mengandalkan karya-karya besar di masa lalu seperti Candi Borobudur dan Candi Prambanan.
" Di era kekinian bangsa kita juga bisa berkarya, bisa berkreasi untuk membangun sebuah peradaban, untuk melahirkan mahakarya yang baru, yang juga mengagumkan kita semua, yang juga diakui dan dikagumi dunia,” ucap dia.
Sebelum kokoh berdiri, patung GWK terlebih dulu melewati serangkaian tes seperti windnel test atau tes ketahanan angin di Australia (Windtech) dan Kanada (RDWI), cavity test atau tes rongga secara berkala, dan soil test.
Patung GWK ini ditopang 21 ribu batang baja dengan berat total 2 ribu ton. Untuk menguatkan sambungan, patung GWK ini menggunakan 170 ribu baut.
“ Saya melihat patung ini bukan hanya menjadi ikon budaya Bali atau ikon pariwisata Indonesia, tapi menjadi tapak sejarah. Bangsa kita akan mampu melahirkan karya-karya besar jika kita berani memulai dengan ide-ide besar,” kata dia.
Jokowi berpesan kepada semua pihak, agar tidak pernah takut bermimpi dan berkreasi untuk menciptakan karya-karya terbaik yang nantinya dapat menjadi kebangsaan bangsa.