Shutterstock.com
Dream - Islam selalu mendorong umatnya untuk menjadi dermawan. Ada banyak sekali amalan yang bisa menjadi jalan seorang muslim menjadi dermawan, mulai sedekah, zakat, infak, hingga wakaf.
BACA JUGA: Doa Supaya Dijauhkan Dari Masalah Beserta Artinya
Seluruh amalan itu terjamin mendapatkan pahala. Sehingga, umat Islam tinggal menjalankannya.
Amalan-amalan tersebut dapat menjadi benteng seseorang dari sifat pelit yang muncul karena sangat mencintai harta hingga tak mau membaginya kepada sesama.
Setiap muslim patut menyadari dalam kepemilikan harta terdapat kewajiban untuk membantu sesama. Seringkali kita mendengar peringatan yang menyatakan setiap harta yang dikuasai ada hak kaum dhuafa.
Sementara, sifat pelit dapat mendatangkan banyak kerugian. Hidup kita bisa terasa serba sulit.
Karena itulah, berusahalah untuk menghindar dari sifat buruk ini. Kemudian, kuatkan dengan membaca doa ini.
اللَّهُمَّ إنِّي أعُوذُ بِكَ مِنَ البُخْلِ، وأعُوذُ بِكَ مِنَ الجُبْنِ، وأعُوذ بِكَ أنْ أُرَدَّ إِلَى أرْذَلِ العُمُرِ، وأعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الدُّنْيا يَعْني فِتْنَةَ الدَّجَّالِ، وأعوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ القَبْرِ
Allahumma inni a'udzubika minal bukhli wa a'udzubika minal jubni, wa a'udzubika an arudda ila ardzalil 'umuri wa a'udzubika min fidnatid dunya ya'ni firnatid dajjali, wa a'udzubika min 'adzabil qabri.
Artinya,
" Ya Allah, aku berlindung pada-Mu dari sifat pelit, takut, penyakit tua, fitnah dunia yaitu fitnah Dajjal, dan azab kubur."
Sumber: Bincang Syariah
Dream - Pelit, salah satu watak buruk manusia. Pemilik watak ini tidak akan pernah mau berbagi kepada sesamanya.
Kadar orang pelit ini akan terlihat jelas ketika ada seseorang yang tengah membutuhkan. Mereka enggan memberikan sebagian rezekinya meski sebetulnya telah diberi kelapangan.
Belum lagi soal pinjaman uang. Orang pelit tak akan pernah mau memberikan uangnya.
Padahal, ada banyak orang yang membutuhkan uang demi mencukupi hidup. Mereka tentu sangat butuh bantuan.
Kepada mereka yang pelit, kita dianjurkan membacakan doa ini agar hatinya luluh.
اللَّهُمَّ إِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيْزُ الْكَبِيْرُ وَأَنَا عَبْدُكَ الضَّعِيْفُ الذَّلِيْلُ الَّذِيْ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِكَ، اللَّهُمَّ سَخِّرْ لِيْ فُلَانا) (..كَمَا سَخَّرْتَ فِرْعَوْنَ لِمُوْسَى وَلَيِّنْ لِيْ قَلْبَهُ كَمَا لَيَّنْتَ الْحَدِيْدَ لِدَاوُدَ فَإِنَّهُ لَا يَنْطِقُ إِلَّا بِإِذْنِكَ نَاصِيَتُهُ فِيْ قَبْضَتِكَ وَقَلْبُهُ فِيْ يَدِكَ جَلَّ ثَناَءُ وَجْهِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
Allahumma innaka antal azizul katsir. Wa ana 'abdukal dla'ifudz dzalilul ladzi la haula wa la quwwata illa bika. Allahumma sahhir li (sebut nama orang yang pelit) ka sakhkhorta fir'auna li musa, wa layyil li qolbahu kama layyantal khadida li dawuda fa innahu la yanthiqu illa bi idznika nashiyatuhu fi qobdlatika wa qolbuhu fi yadika jalla tsana'u wajhika ya arhamar rahimin.
Artinya,
" Ya Allah, sungguh Engkau Maha Mulia Maha Besar, sedangkan aku hamba-Mu yang sangat hina lagi dina yang tiada upaya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan-Mu. Ya Allah, tundukkanlah (sebut nama orang dimaksud) padaku sebagaimana Engkau telah menundukkan Fir’aun pada Nabi Musa. Dan luluhkanlah hatinya untukku sebagaimana Engkau telah meluluhkan besi untuk Nabi Daud. Karena sungguh dia takkan berbicara kecuali dengan izin-Mu, ubun-ubunnya dalam genggaman-Mu dan hatinya di kekuasaan-Mu. Dzat-Mu Maha Agung, wahai Dzat Yang Maha Pengasih di antara para pengasih."
Sumber: Bincang Syariah
Dream - Pelit atau kikir, bisa juga disebut bakhil, merupakan salah satu dari sekian sifat yang harus dihindari umat Islam. Orang pelit susah untuk berbagi, apalagi membantu saudaranya.
Sifat ini mendorong seseorang untuk menumpuk harta tanpa pernah mau memerhatikan nasib saudaranya. Dia tidak peduli dengan kondisi orang lain, yang penting dia sendiri bahagia.
Mungkin banyak yang mengira sifat pelit hanya masalah pribadi seseorang. Dampaknya hanya juga dirasakan oleh orang yang bersangkutan.
Padahal tidak. Sifat pelit membawa bahaya besar bukan hanya pada kehidupan pribadi. Masyarakat juga bisa terkena dampak sifat kikir seseorang.
Dikutip dari Islami.co, dampak luas itu terjadi karena sifat kikir bisa menjerumuskan orang untuk melakukan segala cara demi mendapatkan harta. Sekalipun cara yang dijalankan tergolong tidak bermoral.
Dalam hadis riwayat Imam Ahmad dari Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhu, disebutkan tiga bahaya besar akibat sifat pelit.
" Jauhkanlah diri kalian dari sifat kikir, karena sesungguhnya kikir itu telah menghancurkan umat-umat sebelum kalian. Kikir mendorong mereka berbuat zalim, lalu zalimlah mereka. Mendorong mereka memutuskan silaturrahim, lalu mereka pun memutuskannya. Mendorong mereka untuk berbuat jahat, lalu berbuat jahatlah mereka. Jauhkanlah diri kalian dari perbuatan zalim, karena sesungguhnya satu kezaliman membawa banyak kegelapan di hari kiamat. Jauhkanlah diri kalian dari perbuatan buruk, karena sesungguhnya Allah tidak mencintai perbuatan buruk dan tindakan yang buruk."
Bahaya pertama yaitu lahirnya kezaliman. Orang cenderung merasa bebas melanggar hak orang lain dalam mencari harta sehingga mereka mencuri dengan seenaknya.
Orang pelit cenderung tidak merasa berdosa telah melakukan pencurian bahkan korupsi. Yang penting, keinginan mereka terpenuhi.
Bahaya ke dua, pelit bisa memutuskan silaturahim. Ini karena orang pelit tidak peduli dengan kehidupan orang lain dan lebih mementingkan diri sendiri.
Dia tidak mau berbagi harta dengan orang lain. Sehingga, tali silaturahim terputus berganti sifat saling curiga dan kebencian.
Sedangkan bahaya ketiga adalah melahirkan kejahatan. Pelit membuat seseorang tidak mau patuh pada perintah agama untuk berbagi dengan sesama.
Selain itu, orang yang bersangkutan tidak percaya janji rezeki yang diberikan Allah. Yang dia percayai hanyalah melimpahnya harta dan tak mau membaginya dengan orang lain.
Dalam hadis riwayat Imam Ahmad, Rasulullah Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda demikian,
" Sifat kikir dan iman tidak akan berkumpul dalam hati seseorang selama-lamanya."
Sumber: Islami.co