Hore! Pajak PPN Sewa Toko di Pasar hingga Mall `Digratiskan` 3 Bulan

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Rabu, 4 Agustus 2021 06:35
Hore! Pajak PPN Sewa Toko di Pasar hingga Mall `Digratiskan` 3 Bulan
Pembebasan pajak sewa ruko ini merupakan bagian dari pemulihan ekonomi nasional.

Dream – Para pemilik toko, warung baik dipasar tradisional maupun pengisi tenan di mal bisa sedikit bernapas lega di masa PPKM Level 4 ini. Pemerintah memutuskan menambah insentif perpajakan dengan membebaskan pajak bagi para pemilik usaha ini.

Untuk membantu masyarakat dan dunia usaha di tengah pandemi Covid-19, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memutuskan insentif tambahan berupa Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Ditanggung Pemerintah (DTP) 10 persen di sektor usaha perdagangan eceran.

Dikutip dari laman Kementerian Keuangan, Selasa 3 Agustus 2021, insentif ini tertuang melalui PMK Nomor 102/PMK.10/2021 tentang Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas Penyerahan Jasa Sewa Ruangan atau Bangunan kepada Pedagang Eceran yang Ditanggung Pemerintah, tanggal 30 Juli 2021.

Para pemilik Ruko dan toko di mal akan menerima insentif bebas pajak PPN ini selama tiga bulan mulai Agustus-Oktober 2021. Program ini juga bagian dari Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

“ Pemerintah berharap insentif ini dapat semakin membantu beban sektor ritel selama pandemi,” kata Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu, di Jakarta.

Insentif PPN DTP Sewa Ruangan ini diharapkan akan membantu pedagang eceran yang menjual barang dan/atau jasa langsung ke konsumen akhir terbantu. Insentif ini tidak terbatas pada pedagang eceran yang berada di pusat perbelanjaan saja, tetapi juga yang berada di pasar rakyat, komplek pertokoan, apartemen, hotel, lingkungan pendidikan, lingkungan kantor, dan fasilitas transportasi publik.

Dengan begitu, pemerintah berharap manfaatnya bisa dirasakan bagi pedagang eceran secara luas.

1 dari 3 halaman

Pekerjakan 25,16 Juta Orang

Berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional/Sakernas bulan Februari 2021, sektor perdagangan mempekerjakan 25,16 juta pekerja. Maka, dukungan pada sektor ritel ini juga akan membantu para pengusaha mempertahankan keberlangsungan bisnis dan tenaga kerjanya.

“ Diharapkan, PPN DTP atas sewa ruangan dimanfaatkan secara optimal dan dapat menjadi pelengkap berbagai kebijakan yang telah dikeluarkan pemerintah untuk melindungi masyarakat dan pemulihan ekonomi secara nasional”, kata dia.

Sebagai informasi, sebelumnya pemerintah telah memberikan berbagai insentif perpajakan untuk dunia usaha seperti PPh 21 DTP, PPh final UMKM DTP, pembebasan PPh 22 Impor, pengurangan angsuran PPh 25, pengembalian pendahuluan PPN, penurunan tarif PPh Badan untuk seluruh WP, PPN DTP Properti, dan PPnBM mobil. Saat ini, total alokasi APBN 2021 untuk insentif perpajakan bagi dunia usaha dalam program PEN adalah sebesar Rp62,83 triliun.

2 dari 3 halaman

Insentif Tenaga Kesehatan Diperpanjang hingga Akhir 2021

Dream - Pemerintah akan memperpanjang pembayaran insentif untuk tenaga kesehatan (nakes) hingga akhir 2021. Alokasi anggaran insentif tersebut dimasukan di dalam anggaran Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2021.

" Bahkan tadinya kita putuskan nakes akan selesai sampai Juni ini, kita perpanjang sampai akhir tahun. Maka ini termasuk anggaran PEN," kata Menteri Keuangan, Sri Mulyani, dalam Rapat Kerja bersama dengan Badan Anggaran DPR RI, di Jakarta, Senin 12 Juli 2021.

Insentif nakes tersebut masuk dalam pos anggaran kesehatan sebesar Rp193,93 triliun. Alokasi anggaran ini meningkat dari sebelumnya penambahan anggaran kesehatan menjadi Rp185,98 triliun dari Rp172,84 triliun.

3 dari 3 halaman

Anggaran kesehatan ini akan digunakan biaya perawatan untuk 236.340 pasien. Selanjutnya insentif nakes, santunan kematian, dan pembelian berbagai obat dan APD. Anggaran Rp193 triliun juga dipakai untuk pengadaan 53,9 juta dosis vaksin.

Hingga 9 Juli 2021, kata Sri Mulyani, realisasi untuk pembayaran insentif nakes mencapai Rp2,9 triliun untuk 375 ribu nakes. Sementara untuk santunan kematian sebesar Rp49,8 miliar untuk 166 nakes yang gugur.

" Tentu kita sangat sedih melihat jumlahnya, dan tentu ini menggambarkan risiko yang luar biasa," jelas Sri Mulyani.

Sumber: Merdeka.com

Beri Komentar