Punya 3,7 Juta Mitra GoRide, GoCar, atau GoFood, Siapa Raih Cuan Terbesar Usai Pandemi?

Reporter : Okti Nur Alifia
Jumat, 5 Agustus 2022 07:47
Punya 3,7 Juta Mitra GoRide, GoCar, atau GoFood, Siapa Raih Cuan Terbesar Usai Pandemi?
Pendapatan mitra Gojek, platform yang telah beroperasi selama 12 tahun di Indonesia dilaporkan meningkat sejak pandemi 2021. Mau tahu mitra mana yang penghasilannya naik paling tinggi?

Dream - Gojek semakin menunjukkan eksistensinya sebagai platform on demand di tanah air. Pertama kali hadir di tahun 2010 dan sempat viral karena memberi penghasilan Rp8 juta bagi para tukang ojek, tak terasa Gojek sudah beropetasi selama 12 tahun. 

Hingga Juli 2022, mitra pengemudi Gojek, yang kini lebih tenar dengan sebutan drivel Ojol atau Gocar, telah menyentuh angka 2,6 juta mitra. Sementara komunitas yang tergabung dalam GoFood mencapai 1 juta mitra.

Tak hanya soal warga Gojek yang mencapai jutaan. Lembaga Demografi Universitas Indonesia (LDUI) juga mengungkapkan fakta menarik seputar keberadaan mitra Gojek ini.

Semenjak pandemi tahun 2021, pendapatan driver Gojek dilaporkan mengalami peningkatan. Mitra pengemudi Gojek motor atau GoRide mengalami peningkatan pendapatan hingga 24 persen dibandingkan tahun 2020.

Tak kalah jauh dari para Goride, rekannya yang menyediakan jasa Gojek mobil atau GoCar juga mengalami kenaikan pendapatan sampai 18 persen.

" Pendapatan driver Gojek pada 2021 ini mengalami pertumbuhan 24 persen dan 18 persen untuk mitra driver GoCar," kata Wakil Kepala Lembaga Demografi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Paksi Walandouw dalam webinar Dukungan Ekosisten Digital dalam Pemulihan Ekonomi Nasional, Kamis, 4 Agustus 2022.

1 dari 6 halaman

Paksi memaparkan 4 dari 5 mitra UMKM percaya bahwa GoFood yang merupakan layanan Gojek untuk pemesanan makanan, telah mendorong pengembangan bisnis mereka.  Hal ini juga berdampak pada 9 dari 10 mitra yang berencana menjalin kemitraan jangka panjang dengan GoFood.

Temuan lainnya adalah 1 dari 3 mitra usaha GoFood adalah wirausahawan pemula yang langsung go digital.

Dibandingkan rekannya yang menjadi mitra GoRide dan GoCar, pendapatan para mitra GoFood ini mengalami pertumbuhan lebih pesat. 

Pada 2021, mitra UMKM GoFood mengalami peningkatan pendapatan sebesar 66 persen. Angka ini lebih besar dibandingkan pendapatan tahun 2020.

 

 

2 dari 6 halaman

Tak hanya untuk pendapatan pribadi, Paksi menyebutkan kontribusi ekosistem Gojek terhadap perekonomian nasional di tahun 2020 telah mencapai Rp249 triliun. Angka tersebut setara dengan 1,6 persen PDB di tahun 2020.

Sebagai informasi, berdasarkan data periode Juli 2020 hingga Juli 2021, Gojek telah mengirimkan 14 juta pesanan ke lebih dari 200 kota di Indonesia. Sedangkan per Desember 2021, terdapat 15,1 juta merchant di ekosistem GoTo. Serta 59,3 juta pengguna bertransaksi melalui GoTo.

Gojek sendiri telah melebarkan sayapnya di kawasan Asia Tenggara, di mana saat ini Gojek juga beroperasi di Singapura dan Vietnam.

3 dari 6 halaman

Kontribusi Ekosistem Gojek untuk Perekonomian Indonesia Tembus Rp249 Triliun

Dream – Sejak didirikan sebelas tahun lalu, Gojek terus berinovasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan mitra bisnisnya. Kini, platform itu menjadi andalan masyarakat Indonesia, bahkan sudah merambah Asia Tenggara.

Co-founder dan CEO Gojek, Kevin Aluwi, mengatakan, kini Gojek telah mengantongi dua juta mitra driver dan satu juta mitra usaha. Aplikasinya pun telah diunduh sebanyak 190 juta di Asia Tenggara per Juni 2021.

“ Kami terus hadirkan inovasi dan teknologi terbaru guna menjawab berbagai tantangan dan kebutuhan sehari-hari masyarakat,” kata Kevin dalam konferensi pers virtual Gojek, Rabu 27 Oktober 2021.

Menurut data Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI), kata dia, kontribusi ekonomi ekosistem digital Gojek dan GoTo Financial senilai Rp249 triliun (di luar Tokopedia). Angkanya sekitar 1,6 persen dari PDB Indonesia. Kontribusi ini meningkat 60 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

“ Angka yang besar ini hampir semuanya tersalur ke mitra-mitra kami,” kata Kevin.

Selain itu, lanjut dia, riset ini menunjukkan mayoritas konsumen Gojek juga loyal. Ditemukan 86 persen pelanggan tetap menggunakan layanan platform itu meskipun tak ada promo.

“ Mayoritas pelanggan mau menggunakan layanan Gojek tanpa promo. Benar-benar konsumen yang membutuhkan layanan, bukan karena tergiur promo,” kata dia.

4 dari 6 halaman

Hore! Tiket KRL Commuter Line Kini Bisa Dibeli Lewat Gojek

Dream - Terobosan baru dibuat PT Kereta Commuter Indonesia (PT KCI) untuk memberikan pelayanan ramah digital bagi pengguna KRL Commuter Line. Anak perusahaan PT Kereta Api (Persero) bekerja sama dengan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GoTO) untuk layanan pembelian tiket.

Dengan adanya kerja sama ini pelanggan Commuter Line bisa melakukan pemesanan tiket melalui aplikasi Gojek lewat fitur GoTransit. 

Keputusan untuk menggandeng Gojek oleh PT KCI juga didasarkan pada temuan bahwa satu dari dua pengguna Gojek pernah menggunakan GoRide dan GoCar sebagai layanan penghubung untuk mereka menggunakan KRL Commuter Line.

“ Sejak inovasi ini diperkenalkan pada akhir Mei 2022 lalu, fitur GoTransit sudah diakses 20 kali lipat lebih banyak,” Direktur GoTo, sekaligus Head of Indonesia Sales & Ops Gojek, Catherine Hindra Sutjahyo, dalam konferensi pers di Stasiun Juanda, Rabu, 22 Juni 2022.

5 dari 6 halaman

Lebih jauh PT KCI berharap sinergi ini dapat mewujudkan target pengguna KRL Commuter Line yang saat ini jumlahnya mencapai 1,2 juta orang per hari menjadi 2 juta orang per hari. 

“ Adanya kolaborasi ini diharapkan mendukung capaian target PT KCI untuk bisa mengangkut 2 juta orang per hari di masa yang akan datang,” kata Direktur Utama PT Kereta Commuter Indonesia (PT KCI), Roppiq Lutzfi Azhar.

Lewat kampanye #JalanTerus, Gojek berkomitmen untuk semakin mempermudah mobilitas masyarakat dalam menggunakan moda transportasi publik. 

6 dari 6 halaman

Kemudahan ini juga diharapkan mampu meningkatkan jumlah pengguna transportasi publik khususnya KRL Commuter Line. 

Berdasarkan data dari Menteri Perhubungan Republik Indonesia Budi Karya Sumadi, yang juga hadir dalam konferensi pers. Pada tahun 2020 lalu, Kementerian Perhubungan mencatat bahwa saat ini baru 25% masyarakat di Jakarta yang menggunakan transportasi umum. 

“ Maka, kami sangat mengapresiasi sinergi dan komitmen yang dijalankan oleh Gojek dan PT KCI melalui inovasi-inovasi yang hadir di layanan GoTransit,” ungkap Budi Karya.

Beri Komentar