Pengusaha Ini Rela Tanggung Denda Muslimah Pakai Burkini

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Kamis, 25 Agustus 2016 07:43
Pengusaha Ini Rela Tanggung Denda Muslimah Pakai Burkini
Perancis melarang muslimah mengenakan burkini di pantai. Apa alasan pengusaha ini....

Dream – Semenjak serangan di Nice, Perancis, terjadi, pemerintah Perancis melarang pemakaian burkini di pantai negara mereka. Siapa pun yang mengenakannya, akan dijatuhi denda sebesar 32 poundsterling atau Rp561,07 ribu.

Tapi, ada, lho, yang menolak aturan larangan burkini di pantai. Siapa dia?

Dilansir dari Metro.co.uk, Kamis 25 Agustus 2016, seorang pengusaha Perancis kelahiran Algeria, Rachid Nekkaz, mengklaim akan membayar denda bagi seorang wanita yang diminta polisi untuk melepas burkini.

“ Saya memutuskan akan membayar semua denda yang dijatuhkan kepada wanita yang mengenakan burkini,” kata dia kepada CNN.

Tujuannya sangat mulia. Nekkaz ingin menjaga kebebasan berpakaian seorang wanita, terutama seorang muslimah. Tak hanya itu, dia juga ingin menyuarakan aturan yang dinilai tidak adil itu.

Apa itu burkini? Burkini adalah pakaian renang khusus bagi muslimah. Pakaian ini merupakan kombinasi dari burqa dan bikini. Seperti yang diketahui, muslimah yang mengenakan pakaian muslim ini di pantai Perancis, akan dikenakan denda. Tak hanya itu, dia akan diminta untuk melepas burkininya.

1 dari 3 halaman

Bukan Aksi Pertama

Dream - Beberapa negara Eropa menerapkan peraturan yang ketat bagi wanita yang memakai burka, misalnya Perancis dan Belgia. Mereka akan didenda jika kedapatan mengenakan burka di jalanan.

Namun, seorang pebisnis Perancis keturunan Aljazair Rachid Nekkaz secara sukarela membayar denda bagi para muslimah yang memakai burka itu.

Nekkaz yang beristrikan seorang wanita Perancis keturunan Amerika, bahkan sudah menyediakan jutaan euro untuk membayar denda bagi para muslimah.

Diperkirakan sekitar 400 hingga 2.000 wanita Perancis selalu memakai burka dalam kesehariannya. Bagi wanita yang kedapatan mengenakan burka di jalanan, pemerintah Perancis akan mengenakan denda sebesar 150 Euro.

Nekkaz menegaskan, dia dan istrinya melakukan hal ini tidak dilandasi agama tapi melihat aturan itu merupakan bentuk penghinaan hak-hak konstitusional rakyat Perancis.

" Bagi wanita yang ingin memakai burka, tidak usah khawatir. Meski mereka mendapat denda, silakan melakukannya lagi (memakai burka) dan kami akan mengganti biaya denda," ujar dia.

 

 

2 dari 3 halaman

Sudah Habiskan 200 Ribu Euro

Cecile Le Roux, istri Nekkaz, menegaskan ia dan suaminya juga tidak mendukung burka. Menurutnya, sungguh tidak nyaman berbicara dengan orang yang mengenakan burka karena tidak bisa mengenali wajahnya.

Namun yang menjadi perhatiannya adalah hak individu yang melekat pada setiap orang. " Saya yakin dengan kebebasan individu yang dianggap suci di negara Barat yang demokratis ini," katanya.

Pasangan ini telah menyisihkan sekitar 200.000 euro dari uang mereka sendiri dan 50.000 Euro lainnya didapatkan melalui donasi. Uang tersebut digunakan untuk membayar denda. Pada 2011, Nekkaz diberitakan telah membayar denda 2 muslimah yang terkena denda saat mengenakan burka.

3 dari 3 halaman

Tanggapan Pemerintah Perancis

Eric Raoult, anggota parlemen Perancis, yang ikut menyusun aturan larangan memakai burka itu, mengatakan bahwa langkah Nekkaz sebagai sesuatu yang sia-sia. Menurutnya, Nekkaz seharusnya ikut memberikan penjelasan soal inti larangan memakai burka kepada pemakaiannya.

Raoult mengatakan larangan memakai burka bukan bertujuan untuk menghukum pemakaiannya tapi memberikan pilihan agar mereka tidak mengenakannya lagi.

Apalagi, akhir-akhir ini dia melihat banyak wanita muda yang sudah tidak lagi memakai burka tapi memakai kerudung sehingga wajah mereka kelihatan.

Dari berbagai sumber)

Beri Komentar