Pengusaha Muda Minta Jokowi Teruskan Program KUR

Reporter : Ramdania
Sabtu, 29 November 2014 16:02
Pengusaha Muda Minta Jokowi Teruskan Program KUR
Pengusaha muda yang tergabung dalam HIPMI meminta Presiden Joko Widodo untuk meneruskan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) terutama untuk pengusaha pemula dan usaha kreatif.

Dream - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia DKI Jakarta (Hipmi Jaya) meminta agar pemerintah mempertahankan dan dapat melanjutkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR). Mereka mengharapkan agar KUR diutamakan alokasinya untuk pengusaha pemula dan usaha kreatif .

Hal ini disampaikan Ketua Umum Hipmi Jaya Rama Datau Gobel menanggapi rencana pemerintah mengevaluasi kembali program KUR. Menurutnya, konsep KUR sudah bagus, hanya saja dalam implementasi, bank-bank penyalur KUR belum memberikan kredit tepat sasaran.

“ Misalnya, sejak awal kan KUR ini, ditargetkan untuk pengusaha pemula dan tidak punya collateral loan. Faktanya, di lapangan sebagian besar penerima KUR wajib punya penjaminan. Jadi banyak yang kecewa,” keluh Rama seperti dikutip dari keterangan pers Hipmi Jaya, Sabtu, 29 November 2014.

Rama mengatakan praktik KUR di lapangan tidak jauh berbeda dengan pemberian kredit komersil lainnya. Sebab itu, KUR harus benar-benar direviltalisasi agar sesuai dengan konsep awal sasaran penerima KUR.

Rama menambahkan Hipmi Jaya mengusulkan selain pengusaha pemula, KUR juga disalurkan secara maksimal ke pengusaha yang bergerak di industri kreatif.

“ Nasabah KUR ini sebenarnya sama persis dengan pengusaha kreatif yakni keduanya tidak punya aset fisik untuk dijaminkan, pabriknya industri kreatif itu kan ada di otak pengusahanya. Berkantor juga bisa mobile dan kebanyakan di kafe-kafe. Jadi mereka itu punya proyek yang feasible tapi tidak punya aset untuk dijaminkan,” papar Rama.

Rama menyebutkan hingga Agustus 2014 ini, sebanyak tujuh bank nasional telah menyalurkan KUR sebanyak Rp 149,36 triliun atau tumbuh 31,75% secara year on year (yoy). Ketujuh bank tersebut yakni BNI, BRI, Bank Mandiri, BTN, Bank Bukopin, Bank Syariah Mandiri, dan BNI Syariah. Nilai KUR tersebut meningkat Rp 113,36 triliun dari periode yang sama tahun 2013.
Indikator keberhasilan KUR, selain pada daya penetrasi penyaluran kredit yang efektif kepada pengusaha pemula dan tidak bankable, juga pada keberhasilan program ini mengantarkan nasabahnya menjadi bankable dan layak memperoleh kredit komersil.

Rama menjelaskan peranan industri kreatif semakin vital dalam perekonomian nasional. Ekonomi kreatif menempati posisi ketujuh dari 10 sektor ekonomi nasional dengan menyumbang PDB sebesar 6,9 % atau senilai Rp 573,89 triliun dari total kontribusi ekonomi nasional.

Tak hanya itu, peranannya dalam penciptaan lapangan kerja juga kian strategis. Ekonomi Kreatif menempati posisi ke-4 dari 10 sektor ekonomi dalam kategori jumlah tenaga kerja pada tahun 2012.

“ Ekonomi Kreatif menyumbang 11.799.568 Orang atau 10,65% pada total angkatan kerja nasional yang sebesar 110.808.154 orang,” ujar Rama.

Hipmi Jaya mencatat usaha di industri ini terdiri atas sekitar 10% dari total jumlah usaha di Indonesia saat ini. Periode 2010 - 2013 industri kreatif rata-rata dapat menyerap tenaga kerja sekitar 10,6% dari total angkatan kerja nasional. Itu didorong oleh petumbuhan jumlah usaha di sektor industri kreatif pada periode tersebut sebesar 1%.

“ Sehingga jumlah industri kreatif pada tahun 2013 tercatat sebanyak 5,4 juta usaha yang menyerap angkatan kerja sebanyak 12 juta jiwa serta memberikan kontribusi terhadap devisa negara sebesar Rp19 triliun atau sebesar 5,72% dari total ekspor nasional. Di pertengahan tahun, ekspor karya kreatif Indonesia sudah mencapai Rp 63,1 triliun atau tumbuh sebesar 7,27% dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu,” pungkasnya.

Beri Komentar
Jangan Lewatkan
More