Ilustrasi
Dream - Pengusaha katering dan hotel di Mekah dan Madinah untuk jamaah haji mengaku mengalami kerugian hingga SR 3 miliar atau sekitar Rp 9,7 triliun. Kerugian yang terjadi pada musim haji tahun ini.
Mereka mengklaim kerugian itu terjadi, karena kelebihan pasokan di kedua kota itu, serta banyaknya pembangunan hotel pemerintah.
Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Riyadh, Mekah, dan Madinah Al Shareef Abu Rayash menyatakan, akan membawa masalah tersebut dalam pembahasan di sebuah forum di Mekah pada 15 November mendatang. Dia menambahkan ada sekitar 30 ahli yang akan berbicara pada forum tersebut.
Seperti dikutip dari laman Arab News, Jumat, 17 Oktober 2014, Abu Rayash mengatakan sebanyak 4 komite akan mengajukan petisi terhadap intervensi pemerintah itu. Situasi ini dianggap penting karena dapat menyebabkan kerugian bagi para pengusaha penyedia akomodasi jamaah haji.
" Sewa di Aziziah turun dari SR 7.000 menjadi SR 2.000. Ini karena adanya tambahan pembangunan proyek 24 hotel di wilayah Kudai," jelasnya.
Abu Rayash memperkirakan banyak individu dan operator properti akan gulung tgikar jika situasi ini terus berlanjut.
Dia menyatakan, pemerintah tidak melakukan perencanaan dengan benar sehingga proyeknya bisa merugikan pengusaha. Situasi akan memburuk ketika pemerintah rencana penambahan kamar dari 500 ribu menjadi 2,2 juta kamar, tidak disertai dengan rencana penambahan jumlah jamaah. (Ism)