Mau Bayar Pajak Kendaraan Online? Perhatikan 5 Hal Ini Dahulu

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Senin, 23 September 2019 19:36
Mau Bayar Pajak Kendaraan Online? Perhatikan 5 Hal Ini Dahulu
Saat ini, pembayaran pajak kendaraan bermotor bisa dilakukan secara online, lho.

Dream – Korlantas Polri, Kementerian Dalam Negeri, dan PT Jasa Raharja (Persero) menghadirkan Samsat Online Nasional (Samolnas). Tujuannya untuk mempermudah pembayaran kendaraan bermotor.

Dikutip dari Liputan6.com, Senin 23 September 2019, sistem merupakan layanan jaringan eletkronik dari tim Pembina Samsat Nasional. Program ini memiliki landasan peraturan perundang-undangan Republik Indonesia karena berkaitan dengan pengesahan STNK tahunan dan pembayaran secara online pajak kendaraan bermotor serta Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ).

Pemilik kendaraan di seluruh wilayah Indonesia bisa melakukan pembayaran online karena program ini berlaku secara nasional melalui aplikasi mobile atau website resmi.

Meskipun mudah, ada lima hal yang wajib kamu ketahui jika ingin menggunakan sistem pembayaran online.

Berikut ini adalah rinciannya.

1 dari 5 halaman

Ini Rinciannya

1. Sistem Samolnas hanya melayani pembayaran pajak kendaraan bermotor, SWKLLJ dan pengesahan STNK Elektronik untuk jenis kendaraan bermotor mobil penumpang dan sepeda motor (milik perseorangan).

2. Data kendaraan bermotor yang ditampilkan dalam sistem Samolnas yaitu data kendaraan bermotor sesuai dengan identitas NIK yang tidak dalam status terblokir, masalah pidana maupun perdata.

3. Pembayaraan pajak kendaraan bermotor dan SWDKLLJ melalui aplikasi Samolnas dalam dilakukan 3 bulan sebelum jatuh tempo.

4. Stiker regident pengesahan STNK tahunan dan TBPKB akan dikirimkan oleh petugas Samsat melalui jasa pengiriman sesuai dengan alamat yang tertera dalam STNK.

5. Wajib pajak setelah menerima stiker regident pengesahaan STNK tahunan dan TNKB, stiker regident pengesahaan STNK tahunan ditempelkan pada kolom pengesahan STNK sesuai tahun pengesahan.

 

(Sumber: Liputan6.com/Dian Tami Kosasih)

2 dari 5 halaman

Ini Cara Bayar Pajak Kendaraan Online

Dream – Untuk mempermudah pemilik kendaraan bermotor membayar pajak, program Samsat Online Nasional (Samolnas) terus disosialisasikan kepada masyarakat.

Karena menjadi program nasional, pembayaran pajak kendaraan secara online berlaku di semua wilayah Indonesia.

" Harapan saya masyarakat memanfaatkan sarana ini. Untuk memudahkan membayar pajak dan mengesahkan STNK. Sehingga tidak perlu lagi meluangkan waktu ke Samsat,” kata Kasie STNK Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol. Arif Fazlurrahman, kepada Liputan6.com, dikutip Senin 23 September 2019.

Arif mengatakan, Samolnas juga bisa digunakan untuk mengesahkan STNK tahunan secara elektronik dan pembayaran Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas (SWDKLLJ).

" Bagi yang belum balik nama atau memiliki kendaraan masih atas nama orang lain, agar segera balik nama. Bagi yang sudah merasa menjual kendaraannya agar melaporkan dan memblokir atau melakukan proteksi kepemilikan," kata dia.

 

3 dari 5 halaman

Begini Caranya

1. Pemohon wajib mendownload Aplikasi Samolnas

2. Lakukan Pendaftaran

3. Pemohon wajib mengisi data nomor polisi, NIK dan 5 digit nomor rangka terakhir

4. Terdapat kode bayar yang berlaku selama 2 jam

5. Pembayaran melalui bank atau modern channel terdapat biaya administrasi perbankan Rp5000

6. E-TBPKB dan E-pengesahaan STNK berlaku selama 30 hari

7. Pemohon mendapatkan TBPKB/SKPD dan stiker pengesahan STNK yang dikirim melalui ekspedisi ke alamat sesuai dengan yang tertera pada STNK

(Sumber: Liputan6.com/Dian Tami Kosasih) 

4 dari 5 halaman

Cara Bayar Pajak Kendaraan Tanpa Ribet

Dream - Pemerintah daerah berlomba-lomba mempermudah warganya untuk membayar pajak kendaraan bermotor (PKB). Contohnya, Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ridwan Kamil (RK), dan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Ridwan Kamil, misalnya, akan mempermudah warganya untuk membayar PKB dengan menggandeng minimarket dan e-commerce.

" Bayar pajak kendaraan motor/mobil mulai Januari 2019 cukup ke kasir Alfamart dan Indomaret. Atau ke Bukalapak dan Tokopedia," cuit Ridwan Kamil di akun Twitternya @ridwankamil, Rabu 19 Desember 2018.

Dia tak ingin warganya menghabiskan waktu banyak untuk mengurus pembayaran pajak kendaraan. Warga Jabar bisa menggunakan waktunya untuk kegiatan lain.

Pemprov Jabar sekarang ingin warganya nggak perlu repot dan waktunya bisa untuk produktivitas hidup lainnya yang lebih prioritas. #JabarJuara,” cuit Ridwan Kamil.

5 dari 5 halaman

Bagaimana dengan Ganjar Pranowo?

Jawa Tengah juga mempermudah warganya untuk membayar pajak kendaraan bermotor dengan aplikasi Sakpole alias Sistem Administrasi Pajak Online. Dengan aplikasi ini, warga Jateng bisa membayar pajak kendaraan tanpa harus antre.

Hal ini diungkapkan Ganjar di kolom komentar cuitan Ridwan Kamil. “ Kamu pakai aplikasi ini mau nggak? @pic_sakpole,” cuit Ganjar di akun Twitternya, @ganjarpranowo.

Komentar ini ditujukan bagi warganet berakun @Andung_S yang meminta Ganjar menerapkan cara Ridwan Kamil di Jawa Tengah. “ Pak @ganjarpranowo monggo diaplikasikan ke Jateng. Suwunn,” cuit @Andung_S.

Sekadar informasi, aplikasi Sakpole sudah diluncurkan di Jateng pada tahun 2017. Saat ini, baru tersedia versi Android, sedangkan iOS masih dalam pengembangan.

Untuk bisa membayar pajak kendaraan via Sakpole, kamu harus mendaftar terlebih dahulu dan mengisi data kepemilikan kendaraan, yaitu nomor polisi kendaraan, NIK, dan nomor rangka kendaraan.

Setelah itu, verifikasi kendaraan bermotor. Setelah mendaftar, kamu bisa membayar, lalu mendapatkan kode pembayaran. Kode ini akan keluar di aplikasi Sakpole E-Samsat.

Kode pembayaran ini penting agar kamu bisa mendapatkan Surat Keterangan Pajak Daerah (SKPD). Cara mendapatkan SKPD ini, yaitu kamu bisa mendatangi Samsat di Jateng terdekat dan menuju ke mesin cetak SKPD Mandiri Sakpole.

Kemudian, download QR Code melalui menu bukti bayar, lalu pindai kodenya. Akan ada tampilan data kendaraan bermotor. Kalau sesuai, pilih cetak. Proses cetak selesai dan SKPD bisa diambil. 

Kalau di daerahmu, bagaimana, Sahabat Dream?

Beri Komentar
Pengalaman Hidup Berharga Chiki Fawzi di Desa Ronting