Tak Hanya Fikih, Pesantren Juga Didorong Ngaji Sugih

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Kamis, 22 Oktober 2020 19:12
Tak Hanya Fikih, Pesantren Juga Didorong Ngaji Sugih
Lembaga pendidikan ini bisa menjadi pusat kegiatan ekonomi.

Dream – Pesantren tak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan dan dakwah, tetapi juga kegiatan ekonomi. Untuk itu, Bank Indonesia mendorong pesantren untuk menggerakkan ekonomi syariah secara inklusif.

“ Sehingga terwujud ekonomi pesantren yang menjadi momentum untuk berperan aktif dalam pengembangan ekonomi syariah dan berkontribusi ekonomi nasional,” kata Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, dalam “ Perayaan Hari Santri: Akselerasi Ekonomi Kerakyatan Berbasis Pesantren dan Komunitas” secara live streaming, Kamis 22 Oktober 2020.

Bank Indonesia menerapkan beragam program penguatan ekonomi pesantren dalam peta jalan pengembangan kemandirian ekonomi pesantren. Peta jalan ini merupakan pengembangan dan replikasi model bisnis syariah di pesantren, standardisasi laporan keuangan, pengembangan center of excellent dan platform digital, serta pengembangan holding ekonomi dan bisnis pesantren nasional.

Pengembangan model dan replikasi bisnis ini telah diimpelentasikan ke 300 pesantren di Tanah Air. Misalnya, usaha daur ulang sampah dan pengolahan air minum.

Bank Indonesia juga menyediakan infrastruktur berbasis digital seperti internet of things (IoT) dan menyediakan pelatihan dan memfasilitasi hasil produksi ke sejumlah negara. Sektor pertanian yang terintegrasi berbasis komunitas dan digital pun diperkuat.

Perry melanjutkan, pihaknya juga memaksimalkan peran keuangan syariah melalui green wakaf dan dana wakaf tunai. Instrument keuangan syariah ini akan dikelola nazir untuk mendukung usaha pertanian, baik membebaskan lahan dan menyediakan infrastruktur pendukung produksi pertanian di Indonesia.

“ Mari kita dorong pesantren menjadi ‘ngaji fiqih, ngaji sugih’ sehingga menjadi kemandirian ekonomi syariah dan berkontribusi kepada pemulihan ekonomi nasional,” kata dia.

1 dari 2 halaman

Gelontorkan Rp2,6 T, Ponpes Diharapkan Jadi Pemacu Ekonomi di Masa Pandemik

Dream – Kolaborasi masyarakat dengan pesantren penting dilakukan untuk mempercepat ekonomi rakyat apalagi di tengah pandemi Covid-19. Pesantren diharapkan bisa menjadi sumber inspirasi, daya tahan, dan daya kemampuan kreasi dalam menghadapi pandemi.

 

© Dream

 

“ Ini adalah salah satu wujud jihad dalam memberdayakan dan meningkatkan kapasitas ekonomi kita,” kata Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, dalam acara “ Perayaan Hari Santri: Akselerasi Ekonomi Kerakyatan Berbasis Pesantren dan Komunitas” secara live streaming, Kamis 22 Oktober 2020.

Sri Mulyani mengharapkan pesantren dan santri bisa menjalankan peran penting sebagai pusat bagi ekonomi dan motor ekonomi masyarakat sekitar. Merujuk pada data Kementerian Agama saat ini ada sekitar 28 ribu pesantren dan 18 juta santri di seluruh Indonesia.

2 dari 2 halaman

Rincian Bantuan

Pesantren, lanjut dia, mendapatkan bantuan dari pemerintah melalui program pemulihan ekonomi pesantren. Ada anggaran Rp2,6 triliun yang disiapkan untuk menyiapkan pesantren beradaptasi dengan kebiasaan baru atau New Normal selama pandemi. Anggaran ini disalurkan baik bantuan operasional pendidikan pesantren sebesar Rp2,38 triliun dan pembelajaran daring Rp211,7 miliar.

Selain itu, pemerintah juga membantu para santri untuk mendapatkan pembiayaan melalui kredit usaha rakyat. Pembiayaan ini bisa digunakan untuk membiayai kegiatan produktif, misalnya kredit ultra mikro (UMi).

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

Beri Komentar