Selain PHK Pegawai dan Setop Ekspansi, Kini Bos Induk Shopee Tak Digaji

Reporter : Alfi Salima Puteri
Selasa, 20 September 2022 19:46
Selain PHK Pegawai dan Setop Ekspansi, Kini Bos Induk Shopee Tak Digaji
CEO, Forrest Li menuliskan para pemimpin perusahaan tidak akan mengambil gaji hingga perusahaan bisa berdiri sendiri.

Dream - Sea dan anak perusahaannya harus mengalami nasib buruk. Pekan lalu, Shopee dilaporkan keluar dari Argentina dan menutup operasi lokal di Cile, Kolombia, dan Meksiko, sementara unit game Garena akan memberhentikan ratusan karyawan di Shanghai.

Selain itu, Shopee juga telah menarik diri dari Prancis, Spanyol, dan India. Padahal tercatat mereka baru beroperasi beberapa bulan di ketiga pasar tersebut.

Dikutip dari Vulcan Post, Selasa 20 September 2022, dalam email internal, CEO Shopee, Chris Feng, mengatakan fokus perusahaan adalah sumber daya pada operasi inti, karena adanya ketidakpastian makro yang meningkat.

Pada 15 September 2022, manajemen puncak Sea Limited, induk perusahaan Shopee, tidak akan digaji dan perusahaan akan memperketat pengeluaran akibat kondisi ekonomi.

Kebijakan tersebut diumumkan oleh CEO, Forrest Li, dalam memo internal 1.000 kata kepada seluruh staf. Dia menuliskan para pemimpin perusahaan tidak akan mengambil gaji hingga perusahaan bisa berdiri sendiri (self-suficient).

 

1 dari 2 halaman

Perusahaan juga akan membatasi perjalanan bisnis. Yakni hanya sebatas perjalanan udara kelas ekonomi dan biaya makanan perjalanan dibatasi hingga US$30 per hari.

Biaya menginap di hotel dalam perjalanan bisnis juga dipangkas menjadi US$150 per malam. Selain itu re-imburse tagihan makanan dan hiburan juga dipotong.

Hal itu bertujuan untuk mengembalikan arus kas positif sesegera mungkin.

Dia mencatat bahwa Sea berjuang saat era kenaikan suku bunga, percepatan inflasi serta pasar yang bergejolak. Menurutnya ini bukan badai yang bakal berlalu cepat, melainkan kemungkinan akan belangsung hingga jangka menengah.

2 dari 2 halaman

" Dengan investor melarikan diri untuk investasi 'safe haven', kami tidak mengantisipasi dapat mengumpulkan dana di pasar," ungkap Li.

Menurut Li, tujuan perusahaan dalam 12 hingga 18 bulan adalah mencapai arus kas positif sesegera mungkin.

" Satu-satunya cara untuk membebaskan diri dari ketergantungan pada modal eksternal adalah menjadi mandiri, menghasilkan cukup uang untuk semua kebutuhan dan proyek kami sendiri," imbuhnya.

Forrest Li, Ketua Lion City Sailors FC, Lim Kia Tong, Presiden FAS dan Winston Wong, Ketua Home United, berpose dengan kaus Lion City Sailors FC.© channelnewsasia.com

Beri Komentar