Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Presiden Joko Widodo Melihat Keberhasilan Malaysia Dan Brasil Tentang Pemindahan Ibu Kota Negara.
Dream – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberi lampu hijau untuk memindahkan ibu kota negara dari Jakarta ke kota lain di luar Jawa. Selain beban berat yang dipikul Jakarta, pemerintah berkaca dari negara-negara lain yang telah memindahkan ibu kota negara.
Beberapa contoh negara yang memutuskan memindah pusat pemerintahan itu misalnya Malaysia, Korea Selatan, Brasil, dan Kazakhstan.
“ Banyak negara yang telah memikirkan dan mengantisipasi arah perkembangan negara mereka di masa mendatang dengan memindahkan ibu kota negara,” kata dia di akun Instagramnya, @jokowi, Selasa 30 April 2019.
Dikutip dari beragam sumber, Malaysia, Brasil, dan Kazakhstan sukses memindahkan ibu kota negara. Pada 1999, pemerintah Malaysia memindahkan pusat pemerintahan dari Kuala Lumpur ke Putrajaya. Kantor Perdana Menteri dipindah ke Putrajaya, sedangkan gedung parlemen dan pusat perekonomian tetap di Kuala Lumpur.
Dua tahun sebelumnya, tepatnya pada Desember 1997, keputusan yang sama sudah dilakukan Kazakhstan yang memindahkan ibu kota negara dari Almaty ke Astana. Pemerintah Kazakhstan menilai Almaty tak bisa dikembangkan lagi dan rawan bencana.
Alasan lainny adalah letak kota Almaty yang terlalu dekat dengan negara baru pecahan Uni Soviet yang lain dan ditakutkan bisa “ tertular” kalau ada perubahan politik di negara-negara itu.
Jauh sebelum dua negara di Asia tadi, Brasil ternyata sudah terlebih dahulu memutuskan memindahkan pusat pemerintahannya.
Di tahun 1960, Presiden Brasil, Juscelino Kubitschek, memutuskan memindahkan ibu kota negara dari Rio de Janeiro ke Brasilia. Dia ingin merangsang pertanian, penyebaran penduduk, dan pendapatan. Usaha Kubitschek berhasil.
Bagaimana dengan Korea Selatan? Pemerintah Negeri Gingseng itu menyiapkan Sejong sebagai pusat administratif negara. Ada 18 dari 22 kementerian yang telah pindah ke Sejong.
Jokowi menyebut gagasan memindahkan ibu kota negara sudah muncul sejak zaman Presiden Soekarno. Pemindahan pusat pemerintahan juga selalu menjadi wacana.
Malah, dulu Soekarno melempar wacana untuk menjadikan Palangkaraya, Kalimantan Tengah, sebagai ibu kota negara anyar Indonesia.
Sayangnya, tak pernah ada keputusan dan dijalankan secara terencana dan matang.
“ Di Indonesia, gagasan memindahkan ibu kota juga sudah muncul sejak era Presiden Soekarno, dan selalu menjadi wacana di setiap era presiden, tidak pernah diputuskan dan dijalankan secara terencana dan matang,” tulis dia. (Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya