Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Ilustrasi
Dream - Jangan anggap remeh kebiasaan mengisi baterai telepon seluler Anda. Sebuah survei membuktikan, rumah tangga Inggris sebetulnya bisa menghemat 600 juta pound sterling (Rp 12,6 triliun) per tahun hanya dengan mematikan gadget mereka.
Peringatan tersebut diungkapkan oleh Energy Saving Trust (EST), sebuah organisasi nirlaba yang menyerukan langkah-langkah hemat energi di Inggris.
Menurut survei yang mereka lakukan untuk menyambut Big Energy Saving Week, EST memperkirakan bahwa dengan membiarkan gadget tetap menyala meski sebenarnya bisa dimatikan akan menambah tagihan biaya energi sekitar 30 poundsterling (Rp 630 ribu) per tahun.
Jumlah gadget di dalam rumah tangga Inggris tercatat telah naik 31 persen sejak tahun 2010,
Kenaikan ini terutama berasal dari dapur, tempat di mana jumlah peralatan dapur yang menggunakan listrik telah meningkat sebesar 58 persen dibandingkan lima tahun yang lalu.
Survei juga menemukan sekira 78 persen orang mengaku meninggalkan setidaknya dua perangkat mereka pada posisi siaga, dan 53 persen meninggalkan televisi di rumah mereka menyala meski saat itu mereka tidak menonton.
Hampir setengah dari orang-orang yang meninggalkan TV dalam posisi siaga sengaja melakukan itu karena merasa lebih nyaman. Dan 22 persen mengatakan hal itu dilakukan karena mereka tidak dapat menjangkau steker atau tidak melihat alasan untuk mematikannya.
Seperlima orang bahkan meninggalkan beberapa televisi tetap menyala sehingga mereka tidak ketinggalan acara saat berpindah ruangan.
Philip Sellwood, kepala EST, seperti dikutip Dream dari laman Dailymail, Selasa, 27 Oktober 2015 mengatakan saat ini ada sebuah lubang hitam yang makin membesar pada tagihan energi karena orang-orang terlena dengan kenyamanan yang ditawarkan mode siaga.
" Orang-orang merasa susah jika harus berjalan untuk mematikan peralatan listrik. Kami sarankan menggunakan satu soket ekstensi untuk menancapkan berbagai peralatan listrik agar semua bisa dimatikan secara mudah," katanya.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya