Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://ANTARAfoto.com)
Dream - Bursa saham syariah sukses menutup perdagangan awal pekan di zona positif. Aksi beli jelang penutupan mendorong indeks saham melompat tinggi.
Perdagangan Senin, 26 Oktober 2015 ini juga mencatat transaksi bernilai besar. Lantai bursa awal pekan ini kebanjiran dana hingga Rp 25,47 triliun.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 26 Oktober 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menguat 0,962 poin (0,65%) ke level 147,970.
Indeks Jakarta Islamic Index (JII) juga ditutup menguat 3,366 poin (0,54%) ke level 623,608. Lebih dari separuh atau 16 emiten bluechips syariah ditutup menguat.
Kedua indeks acuan saham syariah ini bergerak positif sepanjang perdagangan. ISSI tercatat sempat menyentuh level tertinggi di 148,066. Level terendah dicetak di 147,275.
Transaksi perdagangan saham syariah mencapai Rp 3,25 triliun dan 50,62 miliar saham berpindahtangan.
Sebanyak 98 emiten syariah menutup perdagangan awal pekan di zona positif. Sementara 67 lainnya mulai tertekan aksi jual dan 55 emiten ISSI bertahan stagnan.
Saham-saham bluechips syariah yang menghuni daftar top gainer diantara LPPF yang naik Rp 950, UNVR Rp 225, INCO Rp 200, ICBP Rp 125, dan ITMG Rp 75 per saham.
Sebaliknya, AALI dan SILO menghuni daftar teratas top losser JII dengan melemah Rp 350 per saham.
Kejutan cukup besar terjadi pada perdagangan saham di awal pekan ini. Lantai bursa yang biasanya tenang, justru diwarnai aksi jual beli saham bernilai besar.
Broker JP Morgan Securities Indonesia hari ini melakukan aksi jual cukup besar hingga Rp 10,85 triliun. Sementara posisi beli bernilai Rp 10,92 triliun.
Aksi jual beli ini membuat pasar modal Indonesia kebanjiran dana transaksi hingga Rp 25 triliun. Posisi asing yang pagi tadi melakukan aksi beli pun berbalik mencetak nett sell hingga Rp 5,81 triliun.
Beruntung aksi ini tak membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terseret ke zona merah. IHSG justru bergerak menguat 38,565 poin (0,83%) ke level 4.691,711.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya