Tjong A Fie Mansion (Foto: Tjongafiemansion.org)
Dream - Indonesia punya banyak bangunan kuno dengan arsitektur yang indah. Salah satunya adalah Tjong A Fie Mansion yang dibangun pada tahun 1895 hingga 1900.
Mansion ini didirikan oleh Tjong A Fie, seorang pengusaha, bankir, dan kapitan asal China. Letaknya di Jalan Ahmad Yani di Kesawan, Medan, Sumatera Utara. Karena itulah mansion ini juga disebut sebagai " permata bersejarah di Medan" .
Tjong A Fie membangun mansion ini khusus untuk istrinya. Mansion ini dahulu memang dihuni bersama keluarganya. Mansion tersebut telah dibuka dan bisa dikunjungi untuk umum sejak 2009.
Berikut potret Tjong A Fie Mansion:
Tjong A Fie Mansion merupakan bangunan dua lantai dengan 35 kamar di atas lahan seluas 8.000 meter persegi. Tempat ini sudah menjadi bangunan bersejarah dan dijadikan museum.
“ Di bumi tempat saya berdiri, saya memegang langit. Kesuksesan dan kemuliaan tidak terletak pada apa yang saya dapatkan tetapi pada apa yang telah saya berikan,” tulis Tjong A Fie dikutip dari website resmi Tjong A Fie Mansion, Minggu 30 April 2023.
Jika mengunjungi mansion ini, arsitekturnya memiliki pengaruh China dan Melayu. Tak heran, penampakannya pun begitu estetik dan unik.

Semasa hidupnya, Tjong A Fie menikah tiga kali. Istri pertamanya, Madame Lie, berasal dari China. Istri ke dua, Madame Chew, dari Penang dan mereka memiliki orang anak. Istri terakhirnya, Liem Koei Yap, berasal dari Binjai, Sumatera Utara, dan memiliki 7 anak.

Bersama keluarganya, Tjong A Fie tinggal di mansion tersebut sampai kematiannya pada tahun 1921.
Saat ini, keturunan Tjong A Fie tinggal di berbagai penjuru dunia. Sesuai dengan filosofi inklusifnya, menikah menghasilkan keturunan antar ras, antar budaya dan antar agama. Keluarganya juga merupakan campuran dari tiga budaya, yakni China, Melayu, dan Barat.
Di dalam mansion terdapat foto-foto keturunan Tjong A Fie. Perabotan yang ada di dalam rumah juga merupakan asli peninggalan dari sang pemilik.

Lantai keramiknya terdiri dari ubin jenis venesia dan tidak ada satupun barang di dalamnya untuk diperjualbelikan.
Bak rumah kerajaan, bisa dibayangkan betapa luasnya rumah dengan luas ribuan meter persegi itu.
Seperti menjelajah waktu, meskipun didirikan ratusan tahun lalu, desain dan tata letak rumah tersebut tak kalah bikin takjub. Setiap sudutnya selalu menggunakan prinsip-prinsip feng shui.

Kamar-kamar pun berada di empat sisi bangunan dan mengelilingi halaman terbuka yang besar di tengahnya.
Adapula ruangan yang digunakan sebagai tempat pertemuan para tamu-tamu Belanda. Diketahui tahun 1900-an, Indonesia masih dijajah oleh Belanda.
Di bagian atap mansion maupun di pintu masuk depan, masih terlihat sisa-sisa keramik warna-warni yang menempel di dekorasi atap.

Perlengkapan lampu yang indah di mansion adalah perpaduan gaya China dan Eropa pada masa itu. Langit-langit yang dihias memiliki pola lukisan tangan asli serta pemandangan burung phoenix dan kupu-kupu.

Di sayap samping mansion, orang masih bisa melihat lukisan dinding di lentil yang menggambarkan pemandangan kehidupan sehari-hari di Tiongkok.