Menhan Prabowo Mau Borong 100 Jet Tempur, Hercules, dan Kapal Selam

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Senin, 14 Desember 2020 07:12
Menhan Prabowo Mau Borong 100 Jet Tempur, Hercules, dan Kapal Selam
Saat ini, Indonesia hanya memiliki jet tempur sebanyak 60 unit.

Dream – Menteri Pertahanan Indonesia Prabowo Subianto, menunjukkan komitmennya untuk memperkuat sistem pertahanan Indonesia. Hal ini terlihat dari misinya untuk pengadaan 100 jet tempur canggih di masa kepemimpinanya.

Direktur Jenderal Strategi Pertahanan di Kementerian Pertahanan Indonesia, Rodon Pedrason, mengungkapkan pengadaan 100 jet tempur canggih ini untuk menambah armada Indonesia yang saat ini hanya berjumlah kurang dari 60.

“ Kami akan memiliki sekitar 170 jet tempur di akhir itu. Luar biasa,” kata Pedrason, dikutip dari Nikkei Asia, Jumat 11 Desember 2020.

Untuk merealisasikan ambisinya tersebut, Indonesia membutuhkan anggaran sekitar US$9 miliar-US$11 miliar untuk persenjataan baru dan peralatan militer selama 20 tahun ke depan.

Pedrason mengatakan, Indonesia juga berencana untuk menerima penawaran pinjaman lunak dari negara-negara seperti Prancis, Turki, China, dan Rusia.

Mengingat kesepakatan pengadaan jet tempur baru akan memakan waktu yang lama,Indonesia berencana membeli pesawat bekas seperti Eurofighter Typhoon yang proses pengirimannya dianggap lebih cepat.

1 dari 1 halaman

Seimbangkan Kekuatan

Laporan sebelumnya mengatakan, Prabowo tertarik untuk membeli 15 pesawat semacam itu dari Austria. Tapi Pedrason mengatakan rencana itu hanya sementara.

“ Sangat mendesak bagi kami sekarang untuk memiliki persenjataan yang dapat menyeimbangkan [kekuatan] melawan negara-negara titik merah di dekat kami,” kata dia.

Tidak hanya untuk Laut Cina Selatan, armada pesawat tempur dibutuhkan untuk mengamankan sengketa perbatasan Indonesia dengan negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.

Pedrason mengatakan Kementerian Pertahanan juga berencana untuk membeli model baru pesawat angkut militer Hercules, C130J dan C130H, yang diproduksi oleh Lockheed Martin, serta lebih banyak kapal selam dan kapal patroli.

Dia menambahkan, kementerian berencana untuk melatih hingga 300 pilot jet tempur dan sekitar 100 pilot untuk Hercules selama dua tahun ke depan.

 

(Sumber: Liputan6.com/Pipit Ika Ramadhani)

Beri Komentar