Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Presiden Joko Widodo (kiri) Dan Wapres Jusuf Kalla (kanan) Memimpin Rapat Paripurna Bersama Menteri Kabinet Kerja, Di Istana Negara, Jakarta, Senin (13/4). Rapat Paripurna Tersebut Mengagendakan Penyampaian Laporan Kementerian Serta Rencana Kerja Pemerint
Dream - Kabinet Kerja Joko Widodo-Jusuf Kalla mulai Jadi sorotan. Setelah berhembus isu perombakan kabinet usai Kongres PDI-P April lalu, isu yang sama kini muncul ke permukaan.
Isu reshuffle kabinet terbaru menyebutkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan mengganti para pembantunya itu usai Lebaran mendatang.
" Dalam suatu kesempatan pembahasan menyangkut reshuffle Kabinet, terlontar dalam ucapan Jokowi: biarlah mereka merasakan Lebaran di Widya Chandra dan Denpasar Raya dulu," ujar sumber Bareksa.com di lingkungan Istana, mengacu pada dua nama jalan di kawasan elit di Jakarta Selatan, tempat dimana rumah dinas para menteri berada seperti dikutip Dream, Senin, 4 Mei 2015.
Sejak dilantik, Jokowi sudah menetapkan evaluasi para menteri dilakukan setelah enam bulan kabinet berjalan. Presiden beralasan mandat lima tahun bukan waktu yang singkat sehingga diperlukan upaya membersihkan menteri-menteri yang ternyata sangat lemah capaian dan prestasi.
Sekretaris Negara Pratikno tidak mengangkat telepon genggamnya saat dihubungi untuk konfirmasi. Pesan SMS yang dikirimkan belum dijawab.
Informasi mengenai perombakan Kabinet ini hanya berasal dari satu sumber di kalangan Istana dan tidak terkonfirmasi kebenarannya.
Tepat 19 April lalu adalah bulan ke-6 umur pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla. Lembaga-lembaga survei sejak dua minggu lalu mulai ramai memberitakan hasil temuannya yang rata-rata menyatakan tingkat kepuasan masyarakat terhadap pemerintahan sekarang ini menurun.
Bidang ekonomi dan hukum menjadi sektor paling lemah di mata masyarakat. Berlanjutnya perseteruan antara Polri dan Komisi Pemberantasan Korupsi menunjukan kelemahan kepemimpinan Jokowi dan sekaligus menteri-menterinya.
Sementara itu harga-harga kebutuhan pokok cenderung naik, yang selain memang disebabkan pelemahan mata uang rupiah terhadap dolar AS, masalah tidak lancarnya pasokan yang menjadi tugas pemerintah menjadi salah satu akibat utamanya juga.
Siapa saja menteri-menteri yang bakal dirombak, klik tautan ini
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya