Terus Zalimi Palestina, Israel Kini 'Dikerjain' Belgia Sampai Ngambek

Reporter : Alfi Salima Puteri
Rabu, 1 Desember 2021 17:34
Terus Zalimi Palestina, Israel Kini 'Dikerjain' Belgia Sampai Ngambek
Israel memproduksi barang-barang di tanah Palestina yang mereka caplok.

Dream - Belgia melabeli seluruh produk asal kawasan pendudukan Israel di Tepi Barat dengan buatan Belgia. Langkah ini dilakukan mengingat berdasarkan hukum internasional, kawasan pendudukan Israel adalah ilegal.

Keputusan tersebut memicu reaksi dari Menteri Luar Negeri Israel, Idan Roll. Meski sudah berada di Belgia untuk lawatan kerja, Roll memutuskan membatalkan pertemuan dengan Kemenlu dan parlemen negara itu di Brussels sebagai bentuk protes.

" Saya membatalkan rencana pertemuan saya dengan Kementerian Luar Negeri dan Parlemen Belgia," tulis Roll di Twitter, dikutip dari Alaraby, Rabu, 24 November 2021.

" Keputusan Pemerintah Belgia untuk memberi label produk dari Yudea dan Samaria memperkuat ekstremis, tidak membantu mempromosikan perdamaian di kawasan itu, dan menunjukkan Belgia tidak berkontribusi pada stabilitas regional," cuit dia melanjutkan.

 

1 dari 3 halaman

Keputusan Berani Belgia

Keputusan Belgia melabeli produk yang dibuat di pemukiman Israel berawal dari putusan Pengadilan Uni Eropa (UE) pada 2019 yang menyatakan konsumen harus mengetahui barang apa pun yang dibuat di pos-pos ilegal. Tetapi sejak putusan itu dibacakan, negara-negara UE lambat menerapkan pelabelan.

Bahkan sebelum keputusan itu, UE telah lama mengecualikan produk-produk Israel yang dibuat di pemukiman dari perjanjian perdagangan bebasnya. Pada 2015, negara-negara anggota UE mengeluarkan pedoman tentang bagaimana mereka dapat secara legal memberi label barang-barang yang diproduksi di luar perbatasan 1967, yang dianggap sebagai perbatasan sebuah negara Palestina masa depan.

Keputusan Belgia untuk memberi label barang-barang yang diproduksi pemukiman ilegal datang pada saat ketegangan yang meningkat antara UE dan Israel.

 

2 dari 3 halaman

Belgia Menentang Langkah Israel

Perwakilan UE menegaskan kembali sikap mereka yang menentang rencana Israel untuk perluasan pemukiman pada hari Senin, 22 November 2021.

Hal ini menyusul kunjungan para diplomat ke Tepi Barat dan perimeter (batas luar) Yerusalem Timur.

" Persetujuan baru-baru ini dari ribuan unit rumah untuk pemukim Israel bertujuan untuk memutuskan hubungan warga Palestina dari kota mereka dan mengubah identitas Yerusalem Timur," kata Perwakilan Uni Eropa di Palestina, Sven Kuhn von Burgsdorff.

 

3 dari 3 halaman

Tanah Palestina Makin Habis

Pada Oktober lalu, Dewan Perencanaan Tinggi Israel menyalakan lampu hijau pembangunan 2.860 unit rumah baru di tanah Palestina.

Sementara itu, pengumuman terkait label produk permukiman ilegal Israel itu disambut baik oleh kalangan warganet. Namun, beberapa mempertanyakan apakah langkah itu tidak terlalu jauh.

" Belgia telah mengumumkan mereka akan mulai memberi label produk permukiman Tepi Barat Israel sebagai tidak dibuat di Israel, enam tahun setelah Uni Eropa memutuskan masalah tersebut. Jadi, produk permukiman ilegal Israel yang dibuat di tanah Palestina yang dicuri tidak akan dilarang, tapi diberi label. Batas yang sangat rendah," tulis seorang komentator di media sosial.

Beri Komentar