Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Uang Riyal Arab Saudi (sumber: Http://www.arabianbusiness.com)
Dream - Sebanyak 6 juta warga Arab Saudi bakal menikmati bonus gaji dua bulan yang diumumkan oleh Raja barunya, Salman bin Abdulaziz. Dengan gaji rata-rata 10 ribu riyal atau Rp 33,6 juta, kejutan ini pastinya menambah kantong warga negara kaya tersebut.
Titah Raja Salman pun ditanggapi positif kalagan pengama ekonomi di Saudi. Tambahan pemasukan dua bulan gaji akan menambah daya beli pegawai negeri, tentara, pensiunan dan mahasiswa Saudi.
Pakar ekonomi Osama Filali memperkirakan, masyarakat yang terdampak kebijakan baru Raja Salman ini akan cenderung membelanjakan uangnya untuk barang-barang konsumer. Untuk itu, dirinya berharap menteri perdagangan Saudi harus mengintervensi pasar agar harga barang-barang stabil.
"Masalahnya, menggelontorkan miliaran riyal ke pasar akan menyebabkan inflasi dan kenaikan harga," kata Filali kepada koran Al-Madinah seperti dikutip laman Arabnews, Kamis, 5 Februari 2015.
Filali menambahkan, mereka juga tidak akan menghabiskan uangnya untuk berwisata karena bonus gaji yang dibayarkan berbarengan dengan mulainya semester kedua sekolah.
Peneliti ekonomi Abdullah Al-Alami mengatakan kepada Arab News, sekitar 6 juta orang akan menikmati bonus gaji dua bulan tersebut. Tambahan pemasukan ini diperkirakan arus masuk ke dalam investasi jangka panjang.
"Secara umum, saya melihat ini sebagai peningkatan laju pertumbuhan uang beredar, bukan hanya peningkatan jumlah uang," katanya.
Sementara itu Abdullah Dahlan, pengusaha di Jeddah, menilai bonus gaji ini akan berdampak positif di masyarakat. Namun dirinya berharap masyarakat tidak menghabiskan uangnya untuk produk konsumer.
Selain itu, pedagang juga tidak boleh menggunakan kesempatan ini untuk menaikkan harga. Pasalnya, biaya barang impor telah menurun sebesar 20 persen sejak harga minyak turun.
Pakar ekonomi Farooq Al-Khateeb mengatakan bonus gaji tersebut adalah rejeki besar, terutama bagi orang-orang dengan pendapatan rendah yang telah menderita karena kenaikan harga.
Ia percaya bahwa 30 persen dari uang ini akan digunakan untuk produk konsumer, terutama gadget elektronik seperti ponsel. Sementara yang menabung untuk perumahan hanya 20 persen, transportasi 20 persen, dan sisanya untuk pariwisata.
Beberapa pakar ekonomi telah memperkirakan bahwa kerajaan akan membayar lebih dari 70 miliar riyal jika olahragawan, guru dan asosiasi profesi lainnya juga diperhitungkan mendapat bonus gaji 2 bulan. (Ism)
Advertisement
Bagaimana Industri Pangan Mengurangi Limbah? Ini Strategi yang Dilakukan

Mengapa Sampah dari Industri Makanan Berbahaya bagi Lingkungan?

Ekonomi RI Ditekan Perang, Bencana, dan Korupsi, JK: 'Punya Uang Saja Tidak Cukup'

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran


Penelitian Ungkap Protein Bisa Bantu Membersihkan Sisa Sel dan Kurangi Tanda Peradangan

Mengapa Tempat Sepi seperti Lorong Kosong Bisa Terasa Menyeramkan? Ini Penjelasan Psikologinya


Bagaimana Harga Emas Ditentukan? Apakah Harganya Sama di Seluruh Dunia?

Hobi Membuat Kue Ternyata Punya 7 Manfaat bagi Kesehatan, Bukan Sekadar Mengisi Waktu Luang

El Niño Diprediksi Menguat, Harga Beras Dunia Terancam Melonjak dan Jutaan Orang Bisa Terdampak

Sering Bikin Lelah secara Emosional? Kenali 8 Tanda Anda Berhadapan dengan Energy Vampire