Presiden Jokowi
Dream - Pemerintah berencana mengalokasikan dana sebesar Rp2.121,3 triliun untuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2016. Rencana itu disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pidato atas Rancangan Undang-Undang tntang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RUU APBN) dalam Sidang Paripurna DPR RI.
Jokowi mengatakan penetapan jumlah tersebut didasarkan pada beberapa asumsi antara lain pertumbuhan ekonomi sebesar 5,5 persen, laju inflasi sebesar 4,7 persen, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat sebesar Rp13.400. Selain itu, asumsi suku bunga Surat Perbendaharaan Negara tiga bulan sebesar 5,5 persen, kemudian harga minyak mentah dunia di level 60 dolar AS per barel, serta prediksi kapasitas produksi minyak dan gas bumi dalam negeri tahun 2016 mencapai 1,985 juta barel per hari.
Dalam RAPBN tersebut, Jokowi mengatakan target penerimaan negara ditetapkan sebesar Rp1.848,1 triliun. Dari jumlah tersebut, pemerintah menargetkan pendapatan sektor pajak meningkat 5,1 persen sebesar Rp1.565,8 triliun dibandingkan tahun 2015.
Sementara Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp280,3 triliun, dan penerimaan hibah sebesar Rp2,0 triliun.
" Dengan penerimaan perpajakan sebesar itu, maka rasio penerimaan perpajakan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) tahun 2016 mencapai 13,25 persen," ujar Jokowi di hadapan Anggota DPR RI, Jumat, 14 Agustus 2015.
Selanjutnya, terjadi defisit anggaran tahun 2016 diprediksi sebesar Rp273,2 triliun. Besaran defisit ini mencapai 2,1 persen terhadap PDB.
" Defisit RAPBN tahun 2016 tersebut akan dibiayai dengan pembiayaan yang bersumber dari dalam negeri sebesar Rp272,0 triliun dan luar negeri neto sebesar Rp1,2 triliun," ungkap Jokowi.