Reshuffle Jilid II, Ini Pesan Para Tokoh Nasional Buat Jokowi

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Kamis, 28 Juli 2016 12:29
Reshuffle Jilid II, Ini Pesan Para Tokoh Nasional Buat Jokowi
"Bagi yang terpilih tidak usahlah syukuran gede-gedean, dan kalau yang diberhentikan juga enggak usah sedih sampai berminggu-minggu,"

Dream - Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya me-reshuffle beberapa menteri. Terhitung ada sembilan menteri baru di jajaran Kabinet Kerja Jokowi-Jusuf Kalla.

Muncul pula harapan dari kalangan masyarakat seiring dengan adanya menteri baru tersebut. Salah satunya adalah agar pemerintahan Presiden Jokowi dapat berjalan sesuai dengan amanat.

Menurut Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Hidayat Nur Wahid, ke depannya Presiden harus mengambil tanggung jawab penuh terhadap kinerja para menteri yang dipilihnya.

" Presiden harus mengambil tanggung jawab penuh, jangan nanti dilempar ke para menteri, ini kan pilihan beliau," kata Hidayat di sela-sela acara Halal bi Halal akbar di Gedung Balai Sudirman, Jakarta, Rabu malam, 27 Juli 2016.

Sementara salah satu tokoh reformasi, Amien Rais, berpesan Jokowi sudah tidak perlu lagi melakukan pencitraan. Ia menegaskan Presiden harus menjadi top leader dan membagi kerja yang bagus.

" Saya berharap Presiden bisa mewujudkan nawacita, sekarang sering saya sindir sebagai nawa sengsara, karena masih sengsara ekonomi, pendidikan, psikologi, hukum, sosial dan sengsara segala macam," ucap Amien.

Amien berujar dengan beberapa pergantian menteri ini, ia masih percaya Presiden Jokowi bisa melaksanakan tugasnya dengan baik.

Sementara Akbar Tanjung mengomentari salah satu kader Golkar yang menjadi menteri baru, Erlangga Hartarto sebagai Menteri Perindustrian. Menurutnya, penunjukkan kader Golkar masuk di pemerintahan merupakan suatu amanat yang harus dijalankan secara sungguh-sungguh.

" Saya pribadi juga akan bertemu Erlangga, agar dia mampu memberikan yang terbaik demi suksesnya pembangunan nasional kita di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi," ujar dia.

Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Jimly Asshiddiqie berpesan bagi para menteri yang terpilih tidak perlu merayakannya secara berlebihan, sementara yang diberhentikan juga tidak perlu hingga merasa sedih berkepanjangan.

" Bagi yang terpilih tidak usahlah syukuran gede-gedean, dan kalau yang diberhentikan juga enggak usah sedih sampai berminggu-minggu," kata dia.

Menurutnya, kekuasaan hanya sebagai alat untuk mendapatkan kemuliaan dari Allah SWT.

Beri Komentar
Mengharukan, Reaksi Gempi Dengar Gading dan Gisel Tidur Bareng Lagi