Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Robot "seram" Eks NASA (Sumber: Mirror.co.uk)
Dream – Robot menyerupai manusia bekas milik Badan Antariksa Amerika Serikat (National Aeronatics and Space Administrasion/NASA) dilelang dengan nilai lebih dari 60 ribu poundsterling atau Rp1,04 miliar. Robot ini digunakan NASA untuk uji coba pakaian antariksa.
“Hanya ada dua robot yang diproduksi. Satu robot dimiliki oleh Smitshonian’s National Air and Space Museum. Yang satu ini dibeli sebagai surplus dari Universitas Maryland,” tulis lembaga pelelangan, RR Auction, dilansir dari Mirror.co.uk, Jumat 9 September 2016.
Pelelangan ini menyebut robot bekas NASA ini mampu menggerakkan pinggulnya, mengangkat dan menurunkan kaki dan tangannya, menggerakan bahu, dan mengepalkan tangan. Bahkan robot ini juga bisa bersalaman.
Tapi, robot ini tak pernah digunakan sebagaimana mestinya. Sistem hidrolik tidak mampu mengatasi kebocoran bahan bakar minyak (BBM) di robot tersebut. Masalah ini pun tidak bisa dipecahkan sampai saat ini.
“Meskipun demikian, robot ini adalah bukti yang luar biasa terhadap inovasi dan kreativitas NASA untuk bisa terbang ke antariksa.”
Pelelangan ini akan dimulai pada 15 September 2016.
Tapi, robot ini membuat bulu kuduk meremang. Mengapa?
© Dream
Robot ini diproduksi sekitar tahun 1960-an. Hal ini ditunjukkan oleh sebuah video uji coba dari NASA terhadap robot untuk mengetes pakaian antariksa di laboratorium NASA.
Robot berbentuk manusia (human android/humanoid) ini memiliki mata yang merah. Robot seberat 104 kilogram ini terbuat dari aluminium padat dan fiberglass. Namun, badannya tidak tertutup oleh aluminium padat sehingga kabel-kabel robot ini terlihat. Humanoid ini pun tak memiliki lengan kanan.
Kepala robot ini bisa dicopot untuk memudahkan memindah kabel-kabel. Robot setinggi 13,97 cm-15,47 cm ini digerakkan dengan system hidrolik.
Selain itu, robot NASA ini bergerak dengan sistem hidrolik dan dikendalikan oleh operator. Robot ini menggunakan bahan bakar minyak untuk bergerak.
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya


Sering Minum Boba? Ini 5 Dampaknya bagi Tubuh, dari Gula Darah hingga Asupan Antioksidan

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking