Aksi Gesit Presiden Filipina Demi Dapat Kue Pasar Halal RI

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Selasa, 2 Mei 2017 14:15
Aksi Gesit Presiden Filipina Demi Dapat Kue Pasar Halal RI
Layanan transportasi laut yang tadinya memakan waktu 5 hari dipangkas separuhnya.

Dream – Belum lama ini, Indonesia dan Filipina meluncurkan layanan transportasi laut roll on roll off (Roro) rute Davao-General Santos-Bitung. Pemerintah Filipinan menyebut layanan trasportasi laut ini bisa mendongkrak pasar halal di Filipina.

Dilansir dari Sun Star, Selasa 2 Mei 2017, Sekretaris Jenderal Departemen Perdagangan dan Perindustrian Filipina, Ramon Lopez, mengatakan Filipina sedang membangun pasar halal karena tertarik dengan potensi pasar halal global yang senilai US$2 triliun-US$3 triliun (Rp26.627,21 triliun-Rp39.940,81 triliun).

Demi mengambil kue pasar halal, negara ini bekerja sama dengan Brunei Darussalam dan Indonesia untuk bisa membuat akreditasi produk halal Filipina.

“ Itulah pentingnya kami mendukung proyek semacam ini (Roro rute Davao-General Santos-Bitung) juga bisa membangun pasar halal untuk kami,” kata dia.

Lopez mengatakan Filipina kekurangan produk halal dan membuat sedikitnya jumlah turis Muslim.

Sekadar informasi, layanan kapal Roro ini dilakukan di Kudos Port, Davao, Filipina. Layanan transportasi laut ini diresmikan oleh Presiden Joko Widodo dan Presiden Filipina, Rodrigo Duterte.

Layanan kapal ini, selain bisa memangkas waktu tempuh dari 5 hari menjadi 2,5 hari, juga bisa memberikan peluang bisnis baru bagi masyarakat di kedua negara itu.

“ Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Presiden Duterte atas komitmen luar biasa dalam mewujudkan rute pelayaran ini,” kata Jokowi dikutip dalam setkab.go.id.(Sah)

Beri Komentar