Sah! Tarif MRT Jakarta Lebak Bulus-HI Rp8.500 dan LRT Rp5 Ribu

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Senin, 25 Maret 2019 18:38
Sah! Tarif MRT Jakarta Lebak Bulus-HI Rp8.500 dan LRT Rp5 Ribu
Akhirnya, tarif MRT keluar juga.

Dream – Pemerintah Provinsi dan DPRD DKI Jakarta menyepakati tarif kereta Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta sebesar Rp8.500. DPRD juga menyetujui penetapan tarif light rail transit (LRT) sebesar Rp5 ribu.

Dikutip dari Liputan6.com, Senin 25 Maret 2019, Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi mengatakan tarif yang ditetapkan menggunakan rata-rata dari rute yang ada, yakni MRT Jakarta rute Lebak Bulus-Bundaran HI dan LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Velodrome.

" Ini saya langsung mengambil satu keputusan kita ambil jalan tengah yaitu nominal Rp 8.500. LRT Rp 5.000, setuju?” tanya Prasetyo yang dijawab ‘Setuju’ oleh anggota DPRD DKI," kata Prasetio di gedung DPRD DKI Jakarta.

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta mengajukan tarif LRT sebesar Rp6 ribu dan MRT sebesar Rp10 ribu kepada DPRD DKI Jakarta.

Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta fase pertama sebelumnya tela diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada hari ini, 24 Maret 2019 di Bundaran HI, Jakarta Pusat. Peresmian diadakan saat car free day dan dimeriahkan artis Ibu Kota, seperti D'Massiv, Naff dan Barasuara.

Presiden Jokowi juga menyatakan peresmian hari ini dibarengi dengan dimulainya pembangunan MRT fase kedua dengan rencana rute Bundaran HI-Kota.

" Hari ini sebuah peradaban baru akan kita mulai dengan diresmikannya MRT fase pertama. Ini baru fase pertama. Hari ini kita canangkan untuk masuk fase kedua. Tahun ini saya sudah perintahkan Gubernur untuk bangun rute Jakarta Utara," ungkapnya di Bundaran HI, Minggu pagi.

(Sumber: Liputan6.com/Ika Defianti)

1 dari 3 halaman

MRT Jakarta Resmi Beroperasi, Inikah Kisaran Tarifnya?

Dream – Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta telah resmi beroperasi pada Minggu, 24 April 2019. Meski kini sudah bisa digunakan publik, para calon penumpang masih harus bersabar menunggu penentuan tarif MRT Jakarta.

Tarif MRT Jakarta, direncanakan akan ditentukan hari ini, Senin 25 Maret 2019.

Untuk diketahui, meski sudah diresmikan, MRT Jakarta meski sudah diresmikan masih dapat dinikmati gratis dengan cara mengisi data di pintu masuk. MRT Jakarta, baru beroperasi secara komersial pada 1 April 2019 MRT Jakarta meski besaran tarifnya masih belum ditentukan.

“ Mengapa saya tidak memberitahukan sekarang? Meskipun sudah disepakati, tapi belum diketok. Kesepakatannya sudah, nanti diketoknya hari Senin,” kata Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Minggu 24 Maret 2019.

Anies menjelaskan penetapan tarif MRT harus melalui persetujuan legislatif dan eksekutif.

" Jadi, saya ada tabel (harga)-nya di kantong saya sekarang. Tabelnya ada dari setiap stasiun ada, tapi saya ingin jaga. Etikanya diumumkan hari Senin," kata dia.

Anies mengatakan nantinya tarif akan dibebankan kepada penumpang berdasarkan jarak tempuh. Setiap penumpang bisa dikenakan tarif yang berbeda.

“ Tarif itu bukan tarif flat. Jadi, ada yang di bawah Rp10 ribu, ada yang di atas Rp10 ribu. Tergantung Anda dari mana mau ke mana. Kalau (MRT) ini tarifnya berdasarkan stasiun, Anda naik dari stasiun mana, turun stasiun mana, harganya beda-beda,” kata dia.

Walaupun tarif belum ditentukan, sudah muncul informasi tentang harga tiket perjalanan MRT Jakarta. Ada dua jenis tiket, yaitu single trip dan multi trip. Tiket single trip ini harganya Rp15 ribu dan berisi tarif satu kali perjalanan. Kartu berlaku selama tujuh hari setelah transaksi isi ulang terakhir.

 Harga tiket MRT Jakarta

(Foto: Istmewa/Dany Rahmana)

Sedangkan tiket multi trip ini harganya Rp25 ribu dan berisi nilai saldo. Masa berlakunya juga tidak terbatas.

2 dari 3 halaman

Peresmian Fase Pertama

Sekadar informasi, fase pertama MRT Jakarta akhirnya diresmikan oleh Presiden Joko Widodo. Peresmian ini diadakan saat car free day dan dimeriahkan artis ibukota, seperti D’Massiv dan Barasuara.

Peresmian ini juga menandakan dimulainya pembangunan MRT fase kedua dengan rute Bundaran HI-Kota.

“ Hari ini sebuah peradaban baru akan kita mulai dengan diresmikannya MRT fase pertama. Ini baru fase pertama. Hari ini kami canangkan untuk fase kedua. Tahun ini saya sudah perintahkan Gubernur untuk bangun rute Jakarta Utara,” kata dia.

3 dari 3 halaman

Lika-liku MRT Jakarta

Keinginan untuk menjadikan Jakarta sebagai kota yang modern, khususnya dari sisi moda transportasi, sudah tercetus sejak lama. Puluhan tahun lalu, banyak sudah studi yang mempelajari pengembangan sarana transportasi modern di Ibu Kota.

Bahkan, sejak 1980 lebih dari 25 studi subjek umum dan khusus telah dilakukan terkait dengan kemungkinan membangun sistem mass rapid transit (MRT) di Jakarta. Sementara dari sisi pemikiran, ide awal transportasi massal ini sudah dicetuskan sejak 1985 oleh Bacharuddin Jusuf Habibie yang ketika itu menjabat Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

Tak sekadar mencetuskan gagasan, Habibie juga mendalami berbagai studi dan penelitian tentang MRT. Namun, semua gagasan itu tak kunjung terwujud. Salah satu alasan utama yang membuat rencana itu tertunda adalah krisis ekonomi dan politik pada 1997-1999.

Selepas krisis, Jakarta yang ketika itu dipimpin Gubernur Sutiyoso melanjutkan studi sebelumnya. Selama 10 tahun pemerintahan Sutiyoso (1997-2007), setidaknya ada dua studi dan penelitian yang dijadikan landasan pembangunan MRT.

Pada 2004, Sutiyoso mengeluarkan keputusan gubernur tentang pola transportasi makro untuk mendukung skenario penyediaan transportasi massal, salah satunya angkutan cepat terpadu yang akan digarap pada 2010.

Dilanjutkan Agustus 2005, sub Komite MRT dibentuk untuk mendirikan perusahaan operator MRT. Pada 18 Oktober 2006, dasar persetujuan pinjaman dengan Japan Bank for International Coorporation dibuat.

Perlu dua tahun kemudian atau setahun setelah Fauzi Bowo menggantikan posisi Sutiyoso menghuni Balai Kota Jakarta, PT Mass Rapid Transit Jakarta (PT MRT Jakarta) berdiri pada 17 Juni 2008. Berbentuk badan hukum perseroan terbatas dengan mayoritas saham dimiliki oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta (Pemprov DKI Jakarta 99.98% dan PD Pasar Jaya 0.02%).

Dikutip dari laman www.jakartamrt.co.id, PT MRT Jakarta memiliki ruang lingkup kegiatan di antaranya untuk pengusahaan dan pembangunan prasarana dan sarana MRT, pengoperasian dan perawatan prasarana dan sarana MRT, serta pengembangan dan pengelolaan properti/bisnis di stasiun dan kawasan sekitarnya, serta depo dan kawasan sekitarnya.

Pada tahun yang sama, perjanjian pinjaman untuk tahap konstruksi ditandatangani, termasuk pula studi kelayakan pembangunan MRT. Pada 31 Maret 2009, perjanjian kredit pertama dengan jumlah 48,150 miliar Yen untuk membangun Sistem MRT Jakarta ditandatangani Pemerintah Indonesia dan Japan International Corporation Agency (JICA) di Tokyo, Jepang. Secara keseluruhan, paket pinjaman dari JICA untuk pengembangan sistem MRT Jakarta bernilai total 120 miliar yen (Rp15,55 triliun).

Namun, semua itu tak membuat pembangunan MRT dimulai yang berarti janji Fauzi Bowo di masa kampanyenya Pilgub 2007 tak bisa dipenuhi. Pada Pilgub DKI Jakarta 2012, dia berjanji lagi bakal mengembangkan dan mengerjakan MRT jika kembali terpilih. Namun, dia kalah dari Joko Widodo atau Jokowi yang kemudian memimpin Ibu Kota.

Pengerjaan desain dasar untuk tahap pertama proyek MRT yang dibuat pada akhir 2010 dilanjutkan. Proses tender berlangsung pada akhir 2012 ketika gubernur baru Jakarta itu tiba-tiba mengatakan ingin meninjau kembali proyek MRT Jakarta. Jokowi juga mengumumkan bahwa proyek ini akan dilanjutkan sebagai salah prioritas dalam anggaran tahun 2013.

Butuh waktu setahun bagi Jokowi memutuskan pembangunan proyek MRT akan mulai dikerjakan. Pembahasan ini juga sempat alot ketika Jokowi rapat dengan warga Fatmawati yang terkena imbas proyek. Pada 28 November 2012, sang gubernur bahkan sempat keluar ruangan lantaran ada kericuhan dan protes warga yang menolak proyek MRT.

Namun, mimpi itu akhirnya mulai diwujudkan. Pada Kamis 10 Oktober 2013, pengerjaan proyek ini resmi dimulai dengan peletakan batu pertama di atas lahan yang rencananya berdiri Stasiun MRT Dukuh Atas, salah satu kawasan paling sibuk di Jakarta Pusat.

" (Sudah) 24 tahun warga Jakarta ini mimpi pengen punya MRT, mungkin juga sudah banyak yang mimpinya sudah hilang karena kok nggak dimulai-dimulai. Alhamdulillah pada pagi hari ini dimulai," ujar Jokowi dalam sambutannya.

Lebih dari lima tahun setelah proyek ini mulai dikerjakan, MRT yang kini juga disebut dengan Moda Raya Terpadu itu akan segera diresmikan untuk beroperasi secara penuh.

 

(Sumber: Liputan6.com/Rita AyuningtyasLizsa Esgeham)

Beri Komentar
Catat! Tips Tampil dengan Makeup Bold Ala Tasya Farasya-