Selain Sandiaga Uno, Deretan Pebisnis Ini Sudah Jajal Hoki di Pilpres

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Jumat, 19 April 2019 13:00
Selain Sandiaga Uno, Deretan Pebisnis Ini Sudah Jajal Hoki di Pilpres
Siapa saja orangnya?

Dream – Hasil quick count atau hitung cepat Pilpres 2019 menunjukkan Prabowo Subianto dan Sandiaga S. Uno tertinggal daripada pesaingnya Joko Widodo dan Maruf Amin. 

Hadirnya nama Sandiaga Uno sebagai Cawapres memang cukup mengejutkan. Sebelum dipinang Prabowo Subianto, Sandiaga menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta mendampingi Anies Baswedan.

Sebelum melenggang ke dunia politik, Sandiaga selama ini dikenal sebagai seorang pengusaha muda sukses. Namanya melambung sejak menjadi Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HPMI). 

Lewat PT Saratoga Investasma Sedaya Tbk, nama Sandiaga menterang di kalangan pengusaha Dikutip dari MoneySmart, Saratoga merupakan perusahaan investasi yang didirikan bersama rekan bisnis Sandiaga yang lain.

Selama mengikuti Pemilu 2019, Sandiaga juga diketahui telah mencairkan sahamnya di Saratoga senilai Rp632,8 miliar.

Sandiaga juga tercatat sebagai pemilik saham PT Adaro Energy, PT Mitra Pinasthika Mustika, PT Medco Energy, dan PT Provident Agro.

 

1 dari 3 halaman

Prabowo Subianto Juga Saudagar

Tak hanya Sandiaga yang berlatar belakang pebisnis. Meski lebih dikenal dalam kiprahnya di dunia kemiliteran, Prabowo juga memiliki rekam jejak sebagai seorang pengusaha.

Dikutip dari Merdeka.com, Prabowo merupakan pemilik kertas di PT Kertas Nusantara yang merupakan salah satu pabrik bubur kertas terbesar di Asia Tenggara. Sebelumnya, Kertas Nusantara bernama Kiani Kertas. 

Prabowo juga memiliki bisnis batubara dengan bendera PT Batubara Nusantara Coal. Mantan Danjen Kopassus ini juga berbisnis di sektor kehutanan dan perkebunan. Dia memiliki usaha di bidang kehutanan dan perkebunan, yaitu PT Tanjung Redeb Hutani. Perusahaan ini terletak di Berau, Kalimantan Timur.

Prabowo Subianto diketahui telah lebih dahulu gagal melenggang di di Pilpres. Pada 1999, Prabowo melenggang sebagai Calon Wapres bersanding dengan Capres Megawati Soekarno Putri. 

Di tahun 2014 lalu, Prabowo kembali maju dalam pertarungan Pilpres. Saat itu, mantan Jenderal bintang tiga itu maju sebagai Capres bersanding dengan Hatta Rajasa. 



2 dari 3 halaman

Sukses Sebagai CEO, Kalah Pas Nyapres

Salah satu pengusaha yang gagal nyapres adalah Willard Mitt Romney. Pria ini merupakan pengusaha di Amerika Serikat. Dia adalah calon presiden dari Partai Republik dalam Pilpres Amerika Serikat tahun 2012. Romney kalah dari pesaingnya, Barrack Obama. Dia hanya mendapatkan 47,2 persen suara rakyat atau 60,93 juta suara.

Dikutip dari berbagai sumber, Romney pernah bekerja sebagai konsultan manajemen. Lalu, pada 1977 dia mendapatkan posisi di Bain and Company. Setelah diserahi jabatan sebagai CEO dan membawa perusahaan keluar dari krisis keuangan.

Pada 1984, dia mendirikan dan memimpin Bain Capital—perusahaan investasi swasta dan jadi salah satu yang terbesar di Amerika Serikat. Diperkirakan kekayaan bersihnya sekitar US$190 juta—US$250 juta (Rp2,67 triliun—Rp3,51 triliun).

3 dari 3 halaman

Pengusaha IT Mimpi Jadi Presiden

Ada juga pria bernama Henry Ross Perot. Dia merupakan pengusaha asal Texas, Amerika Serikat. Perot pernah mencalonkan diri dalam Pilpres Amerika Serikat pada 1992 dan 1996. Sayangnya, lelaki kelahiran 1930 ini gagal.

Perot mendirikan perusahaan bernama Electronic Data Systems (EDS) yang didirikan pada 1962. Pada 1984, perusahaannya dijual kepada General Motors. Kala itu, EDS senilai US$2,5 miliar (Rp35,11 triliun).

Pada 1988, Perot mendirikan Perot Systems—perusahaan teknologi informasi.

Berkat harga saham EDS yang melonjak dari US$16 (Rp224.705) menjadi US$160 (Rp2,25 juta) dalam beberapa hari, pria ini menjadi orang Texas terkaya dan yang paling cepat menjadi kaya. 

 

Beri Komentar
(Deep Dream) Menteri PAN-RB Buka-bukaan Soal PNS Kerja dari Rumah dan Single Salary