Pegadaian Cetak Untung Rp2,02 Triliun di Tahun Pandemi Covid-19

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Rabu, 17 Februari 2021 15:12
Pegadaian Cetak Untung Rp2,02 Triliun di Tahun Pandemi Covid-19
Laba Rp2,02 triliun. Bagaimana dengan kinerja yang lainnya?

Dream – PT Pegadaian (Persero) membukukan kinerja positif selama tahun penuh tantangan, 2020. Perusahaan menyatakan bisa bertahan di tengah dampak pandemi COVID-19 yang mengerem aktivitas ekonomi masyarakat.

Dikutip dari keterangan tertulis Pegadaian, Rabu 17 Februari 2021, Direktur Utama Pegadaian, Kuswiyoto, bersyukur dengan pencapaian yang diraih oleh Perusahaan ditengah kondisi ekonomi yang kurang kondusif sebagai dampak dari pandemi Covid-19.

“ Kami tentu bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berterima kasih kepada seluruh nasabah yang tetap loyal kepada Pegadaian, serta terus-menerus memanfaatkan produk dan layanan Pegadaian sebagai solusi keuangan yang dihadapi di masa pandemi,” kata dia di Jakarta.

Perusahaan pelat merah ini membukukan pendapatan yang naik dari Rp17,67 triliun menjadi Rp21,96 triliun. Kemudian, asetnya meningkat 9,4 persen dari Rp65,32 triliun pada 2019 menjadi Rp71,47 triliun.

Jumlah nasabah yang dilayani juga mengalami peningkatan sebesar 22,15 persen dari 13,86 juta orang menjadi 16,93 juta orang. Omzet pembiayaan yang disalurkan terdapat peningkatan 13,34 persen dari tahun 2019 sebesar Rp.145,63 triliun menjadi Rp.165,06 triliun pada tahun 2020.

Laba perseroan pun tercatat Rp2,02 triliun pada 2020. Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) pun naik dari Rp154 miliar pada 2019 menjadi Rp2,12 triliun pada 2020.

“ Penambahan penempatan dana sebagai cadangan kerugian tersebut merupakan bagian dari manajemen risiko, untuk mengantipasi kemungkinan terjadinya kerugian perusahaan di masa yang akan datang sebagai akibat penurunan kualitas pembiayaan,” kata dia.

1 dari 3 halaman

Transformasi Digital

Lebih lanjut Kuswiyoto menyampaikan bahwa selama tahun 2020 Pegadaian telah meluncurkan berbagai produk dan layanan yang membantu masyarakat dalam meningkatkan ketahanan ekonomi di masa pandemi. Program yang dilaksanakan antara lain restrukturisasi dan relaksasi kredit, Gadai Peduli dengan bunga 0 persn, serta penyaluran subsidi bunga UMKM.

Selain itu, perusahaan pelat merah juga menggelar berbagai program CSR seperti penyerahan bantuan tunai, sembako, alat kesehatan, alat pelindung diri untuk pertugas kesehatan, mobil ambulans, dan bantuan lain dalam rangka pencegahan dan penanganan pandemi Covid-19.

Pegadaian juga terus melakukan transformasi digital sejalan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat. Sepanjang 2020 Aplikasi Pegadaian Digital telah digunakan oleh 2,1 juta nasabah dengan 3,4 juta transaksi senilai Rp5,1 triliun.

“ Kami tentu senang, transformasi digital yang dijalankan oleh Pegadaian dapat diterima dan dimanfaatkan oleh banyak masyarakat. Selain memberikan kemudahan, akurasi, keamanan dan kecepatan transaksi, hal ini sejalan program pemerintah dalam membangun Industri 4.0,” kata dia.

2 dari 3 halaman

KembangkKembangkan Teknologi Digital, Pegadaian Rogoh Rp500 M per Tahunan Teknologi Digital, Pegadaian Rogoh Rp500 M per Tahun

Dream – PT Pegadaian (Persero) tak mau ketinggalan dalam melakukan transformasi di sisi digital. Perusahaan pelat merah ini melakukan transformasi digital selama dua tahun terakhir.

Pegadaian menganggarkan Rp500 miliar setiap tahun untuk investasi pengembangan sektor IT. Jumlah ini berasal dari 2-3 persen dari pendapatan perseroan.

“ Ini akan mendukung untuk sustainable ke depannya dan masa depan Pegadaian bisa dipertahankan,” kata Direktur Teknologi Informasi dan Digital Pegadaian, Teguh Wahyono , dalam webinar “ Indonesia Digital Conference 2020” oleh Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), Rabu 16 Desember 2020.

IDC AMSI© IDC AMSI

Direktur IT dan Digital Pegadaian, Teguh Wahyono di IDC-AMSI. 

Teguh mengatakan transformasi digital bukan pilihan bagi Pegadaian, melainkan keharusan. Jika tidak melakukan hal ini, tak tertutup kemungkinan perseroan akan mati perlahan-lahan.

Hasilnya, BUMN finansial itu membukukan pertumbuhan sebesar 8,84 persen secara tahunan, bahkan double digit saat akhir tahun.

“ Pada masa pandemi, aset kita tumbuh 8,8 persen. Akhir tahun bisa double digit,” kata dia.

3 dari 3 halaman

Jumlah Nasabah Meroket

Sebelum ada transformasi digital, Pegadaian punya 8 juta nasabah. Setelah ada transformasi di sisi digital, jumlah nasabahnya meningkat 7 juta menjadi 15 juta orang.

Dikatakan bahwa 78 persen nasabahnya berasal dari kalangan milenial. Peningkatan ini disebabkan oleh kerja sama yang dilakukan oleh Pegadaian dengan beberapa mitra, termasuk e-commerce.

“ Inovasi dan kolaborasi kunci utama dari digital ekosistem. Makanya, kami tak membuat sendiri, tetapi berkolaborasi dengan apa yang sudah ada di pasar,” kata dia.

Bagaimana dengan nasabah existing? Pegadaian memberikan teknologi digital yang sederhana dan mudah digunakan oleh nasabah. “ (Tujuannya) nasabah tetap loyal terhadap Pegadaian,” kata Teguh.

Beri Komentar