Setelah Berbayar, Kantong Kresek Mau Dikenakan Cukai

Reporter : Syahid Latif
Selasa, 7 Februari 2017 17:44
Setelah Berbayar, Kantong Kresek Mau Dikenakan Cukai
Saat ini usulan pengenaan cukai tinggal menunggu pembahasan dengan DPR. Tak semua jenis plastik kena cuka.

Dream - Setelah kebijakan kantong plastik berbayar, kini pemerintah dengan muncul wacana baru. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengusulkan agar mengenakan cukai untuk plastik.

Usulan itu ternyata tinggal menunggu pembahasan dan persetujuan dari DPR.

Direktur Jenderal Bea Cukai Kementerian Keuangan Heru Pambudi menjelaskan lembaganya tidak hanya berkoordinasi dengan DPR. Pemerintah juga telah berbicara dengan industri makanan dan minuman.

" Jadi kita lakukan komunikasi secara berkesinambungan. Baik untuk jangka pendek, maupun jangka menengah panjang, dan kita lakukan bersama-sama," ujar Heru saat di Gedung Kemenperin, Jakarta, mengutip laman Merdeka.com, Selasa, 7 Februari 2017.

Jika jadi berlaku, nantinya cukai akan diberlakukan untuk produk plastik yang tidak ramah lingkungan dan sulit untuk di daur ulang seperti kresek.

" Tas kresek yang tidak ramah lingkungan itu yang susah didaur ulang, yang kemudian konsumsinya berlebihan," pungkasnya.

Sebelumnya, Dirjen Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih meminta Kemenkeu menunda pelaksanaan cukai plastik yang direncanakan tahun depan.

Gita mengaku khawatir, pengenaan cukai pada plastik akan memukul penjualan produk IKM di tengah pelemahan ekonomi yang menurunkan daya beli masyarakat.

" Sekarang kan mereka belum apa-apa namanya penjualan belum mantep kalau dah di grogotin ini kan kasian, dalam dan luar negeri kan belum bagus (perekonomian)," tambahnya.

(Sah/sumber: Merdeka.com)

 

Beri Komentar