Dampak Wabah PMK, Kurban Online Semakin Meningkat

Reporter : Okti Nur Alifia
Jumat, 1 Juli 2022 12:45
Dampak Wabah PMK, Kurban Online Semakin Meningkat
Fenomena kurban online juga dilanjut dengan ibadah kurban online.

Dream - Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang belum usai, dengan total kasusnya per 1 Juli 2022 mencapai 298.933 di Indonesia, berpengaruh pada cara kurban masyarakat. Penyakit itu membuat banyak orang beralih ke pemesanan kurban online.

Fenomena ini dirasakan oleh DD Farm Yogyakarta. Di tengah wabah PMK mereka mendapat banyak pesanan secara online. Pemesanan secara langsung justru berkurang.

“ PMK Ini jadi sepertinya orang-orang kebanyakan tadinya offline bergeser ke online, jadi mereka memesannya secara online baik itu dari WhatsApp, Instagram, aplikasi dan sebagainya," kata Manajer DD Farm Yogyakarta, Satya Jati, di Sentolo, Kulonprogo, Yogyakarta, Kamis 30 Juni 2022.

Menurut Setya, orang-orang sudah mulai paham digitalisasi dan satu faktor lainnya adalah kepercayaan yang diberikan kepada DD Farm Yogyakarta.

" Pemesanan alhamdulilah meningkat dari tahun ke tahun, karena orang-orang memang sudah mulai paham bahwa kepercayaan memang harus dijaga. Alhamdulilah kepercayaan terus dijaga, jadi orang-orang memilih untuk korban melalui online,” kata Satya.

1 dari 3 halaman

Satya menambahkan, pemesanan hewan ternak secara online mungkin saja akan menjadi kebiasaan di masa depan. 

Di lapak ternaknya, DD Farm Yogyakarta sendiri sedang mengembangkan alat yang bisa disebut seperti timbangan digital yang bisa memberikan update untuk perkembangan hewan ternak yang sudah dipesan secara online.

dd farm yogyakarta© (Foto: Dream.co.id/Okti Nur Alifia)

Dia menjelaskan konsep secara umum di dalam timbangan digital itu. Nantinya, hewan ternak menaiki timbangan, lalu di-tag telinganya sehingga mempunyai nomor id.

Alat itu dapat melaporkan pertumbuhan hewan ke pembeli. Misalnya saja berat hewan setiap sebulan sekali. Id yang terdaftar juga berfungsi untuk memastikan hewan tidak tertukar.

Pengembangkan itu bekerja sama dengan start up, Angkit Argo di Jakarta.

2 dari 3 halaman

Selain pembelian online, masyarakat juga sudah mulai melakukan ibadah kurban online. Di mana mereka tidak perlu menyaksikan secara langsung penyembelihan. 

Beberapa ulama mu’ashir sendiri membolehkan kurban dilakukan secara online atau dipindahkan oleh lembaga atau panitia kurban dari tempat tinggal pekurban. Ini kemudian didistribusikan ke daerah yang lebih membutuhkan.

dd farm yogyakarta© (Foto: Dream.co.id/Okti Nur Alifia)

" Kalau zaman dulu orang itu penginnya kurban di wilayahnya sendiri, kemarin kami dari Dompet Dhuafa dan tim dari ideas miliknya lembaga survey Dompet Dhuafa, ada titik-titik di wilayah Indonesia yang sebenarnya surplus kurban,” kata Satya.






3 dari 3 halaman

Dalam survei tersebut, daerah di Yogyakarta yang mengalami surplus salah satunya adalah Sleman. Mereka para pekurban dapat menyalurkannya melalui Dompet Dhuafa agar tepat sasaran.

dd farm yogyakarta© (Foto: Dream.co.id/Okti Nur Alifia)

Sementara itu, Setya menginformasikan Gunung Kidul juga menjadi salah satu tempat yang kekurangan daging kurban, ia menyebut 1 desa dapat menyembelih 4 ekor kambing saja. 

Banyak dari para pekurban yang sudah menyalurkan metode ini melalui Dompet Dhuafa dengan tujuan melakukan sedekah sekaligus meratakan daging kurban yang tersebar.

Beri Komentar