Banyaknya Pinjaman Yang Diambil Nasabah Lembaga Keuangan Mikro Menyebabkan Mereka Terlilit Utang.
Dream – Banyak lembaga keuangan mikro yang menawarkan pinjaman dengan proses yang mudah. Hal ini mendorong nasabah mengambil pinjaman berganda.
Banyaknya pinjaman ini membuat nasabah kesulitan untuk membayar utang.
Perkumpulan Akses Keuangan Indonesia (Pakindo) dalam studi berjudul “ Studi Pinjaman Berlebih di Indonesia: Mengapa Nasabah Mikro Mengambil Banyak Pinjaman” menemukan bahwa 54 persen nasabah di lembaga keuangan mikro memiliki tiga jenis pinjaman dan 86 persen dari mereka meminjam untuk keperluan usaha.
“ Namun, hampir 60 persen nasabah sulit mengelola arus kas untuk memenuhi kewajiban pembayaran angsuran pinjaman,” kata Ketua Umum Pakindo, Slamet Riyadi, di Jakarta, dilansir dalam keterangan tertulis yang diterima Dream, Kamis 6 Oktober 2016.
Slamet mengatakan pertumbuhan lembaga keuangan mikro yang pesat bisa mengarah kepada suplai pinjaman yang tinggi dan mendorong nasabah untuk mengambil lebih dari satu pinjaman.
Di negara-negara seperti India, Meksiko, Nikaragua, dan Kamboja, penetrasi lembaga keuangan mikronya terlalu tinggi sehingga bisa mengakibatkan kredit macet secara massal.
“ Penetrasi yang terlampau pesat dari kredit mikro, dapat mendorong ketidakmampuan bayar dan krisis keuangan bagi lembaga keuangan. Di daerah yang kami teliti, pertumbuhan portofolio pinjaman bruto dari lembaga keuangan mencapai 140 persen per tahun dan pertumbuhan nasabah hingga 97 persen,” kata dia.
Slamet melanjutkan mekanisme berbagi informasi pinjaman, seperti biro kredit pun menjadi penting. Keberadaan biro ini bisa meningkatkan kualitas informasi pinjaman nasabah dan mengurangi risiko kredit macet.
“ Hal ini sejalan dengan prinsip keuangan yang bertanggung jawab,” kata dia.(Sah)