Studi: Risiko Sakit Jantung Orang Kesulitan Uang 13 Kali Lebih Besar

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Rabu, 13 Februari 2019 06:30
Studi: Risiko Sakit Jantung Orang Kesulitan Uang 13 Kali Lebih Besar
Masalah keuangan bisa memicu stres yang menjadi faktor serangan jantung.

Dream – Sahabat Dream, kesulitan finansial tak hanya berdampak buruk terhadap kesehatan mental, tetapi juga fisik.

Sebuah studi bahkan menunjukkan orang yang kesulitan finansial berisiko 13 kali lebih mungkin terkena serangan jantung. Sementara, orang yang stres karena bekerja enam kali lebih mungkin terserang jantung.

Dikutip dari studyfinds.org, Rabu 13 Februari 2019, periset dari Universitas Witwatersrand di Johannesburg, Afrika Selatan, merekrut 212 partisipan. Setengah dari peserta mengidap infrak miokard (penyumbatan otot jantung) akut.

Para peserta ini diminta untuk menyelesaikan survei tentang cara depresi, kecemasan, dan stres lainnya, termasuk profesional dan keuangan, mempengaruhi mereka.

Tingkat stres keuangan merupakan fokus utama peneliti. Mereka membaginya menjadi empat kategori, yaitu:

  1. peserta yang tak memiliki kesulitan keuangan dianggap tak punya tekanan finansial,
  2. peserta yang mengatasi masalah keuangan, tapi memerlukan dukungan tambahan, mengalami tekanan finansial yang ringan,
  3. peserta yang memiliki pendapatan, tapi berjuang untuk memenuhi kebutugan, mengalami kesulitan keuangan moderat, dan
  4. peserta yang tak punya pendapatan dan sering berjuang memenuhi kebutuhan dasar, memiliki kesulitan keuangan yang signifikan.

Periset menemukan tekanan dan depresi berkaitan erat dengan infrak miokard. Masalah uang dan pekerjaan adalah faktor risiko yang substansial.

Dari hasil riset, orang yang stres bekerja 5,6 kali lebih mungkin berisiko terkena serangan jantung, sedangkan stres akibat keuangan bisa meningkatkan hingga 13 kali lipat.

Sekadar informasi, riset ini dipresentasikan pada kongres tahunan “ 18th Annual Conggress of The South African Heart Association” di Johannesburg pada 2017.

1 dari 1 halaman

Aspek Psikososial Berperan Penting dalam Serangan Jantung

Penulis utama studi ini, Denishan Govender, mengatakan, studi tersebut menunjukkan aspek psikososial yang merupakan risiko penting untuk infrark miokard. Inilah sebab dokter memberikan konseling tentang stres kepada pasien pengidap serangan jantung.

“ Tapi, perlu ada lebih banyak penekanan sebelum kejadian,” kata Govender.

Dia mengatakan dokter menanyakan kepada pasien tentang stres, depresi, dan kegelisahan yang dialami. “ Sama seperti kami memberikan saran tentang cara berhenti merokok, pasien memerlukan informasi tentang cara melawan stes,” kata Govender.

Para peneliti juga menemukan orang yang menderita depresi, baik ringan atau berat, tiga kali berisiko terkena serangan jantung.

Beri Komentar
Pengalaman Hidup Berharga Chiki Fawzi di Desa Ronting