Studi: Tidur Siang Bisa Bantu Orang Buat Keputusan Bijak

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Senin, 12 Agustus 2019 07:36
Studi: Tidur Siang Bisa Bantu Orang Buat Keputusan Bijak
Mengapa?

Dream – Studi oleh tim University of Bristol, Inggris, mengungkap bahwa tidur siang bisa membantu orang membuat keputusan yang lebih bijak.

Tidur siang bisa membantu orang berpikir lebih efisien tentang pro dan kontra sebuah keputusan, mendapatkan wawasan, dan memproses informasi yang tak disadari.

Dikutip dari studyfinds, Senin 11 Agustus 2019, studi tersebut telah diterbitkan dalam Journal of Sleep Research. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidur singkat bermanfaat bagi fungsi otak kognitif, dan membantu memproses informasi yang biasanya tidak disadari dalam keadaan sadar.

Penelitian sebelumnya telah menetapkan bahwa tidur lebih banyak membantu memproses informasi dan membuat keputusan. Namun, masih belum jelas apakah orang harus benar-benar mengetahui informasi yang mereka proses untuk mendapatkan manfaat dari tidur.

Untuk mengatasi ini, peneliti menyembunyikan informasi yang disajikan kepada peserta dalam penelitian dengan " menutupi" itu, sehingga tidak pernah secara sadar dirasakan. Namun, informasi bertopeng ini masih diproses oleh pikiran bawah sadar para peserta.

Sebanyak 16 subjek dari berbagai kelompok umur mengambil bagian dalam penelitian ini. Setiap orang melakukan dua tugas; tugas utama bertopeng dan tugas sekunder kontrol. Peserta mempraktikkan setiap tugas, dan kemudian tetap terjaga atau tidur siang selama 90 menit sebelum menangani tugas yang sama lagi.

1 dari 4 halaman

Begini Hasilnya

Baik sebelum dan sesudah tidur siang, para peneliti mengukur perubahan aktivitas otak dengan mengukur aktivitas listrik menggunakan EEG.

Mereka yang tidur siang melakukan tugas utama bertopeng jauh lebih cepat setelah tidur, sementara mereka yang tetap terjaga tidak menunjukkan peningkatan. Hasil ini menunjukkan bahwa tidur sebenarnya membantu otak memproses informasi yang tidak disadari.

Selain itu, para peneliti mengatakan temuan mereka menunjukkan bahwa bahkan sedikit tidur akan membantu waktu respons dan membantu orang membuat keputusan secara umum.

Para penulis studi bahkan mengatakan bahwa hasil ini menunjuk pada pemrosesan informasi yang dikumpulkan oleh pikiran manusia saat bangun dengan cara yang lebih dalam saat tidur yang masih menjadi misteri bagi sains modern.

" Temuan ini luar biasa karena dapat terjadi tanpa adanya niat awal, kesadaran sadar, dengan memproses isyarat yang disajikan secara implisit di bawah kesadaran peserta," kata anggota peneliti, Liz Coulthard.

2 dari 4 halaman

Bos, Sebaiknya Izinkan Karyawan untuk Tidur Siang

Dream – Bagi perusahaan, tidur siang acapkali menjadi tindakan yang kurang disiplin, bahkan mencerminkan perilaku malas. Namun, pakar justru menyarankan perusahaan untuk memberikan waktu tidur siang bagi karyawan.

“ Cahaya dari barang elektronik, seperti layar komputer, televisi, dan smartphone bisa merusak rutinitas tidur,” kata psikolog, Nerina Ramlakhan, dikutip dari The Sun, Rabu 4 April 2018.

Ramlakhan menyarankan perusahaan untuk mengizinkan karyawan tidur siang di sela waktu kerja, terutama hari Senin. Wanita yang sekaligus periset untuk manufaktur kasur Silentnight ini mengatakan perubahan waktu santai di akhir pekan dan awal pekan membuat karyawan drop selama empat jam.

Dia juga menekankan kehilangan waktu tidur selama satu jam akan berbahaya bagi kesehatan. “ Bos sebaiknya mengizinkan pegawainya untuk tidur siang di kantor. Ini akan memberikan dampak yang besar,” kata dia.

Terapis tidur ini percaya bahwa tidur siang bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh, memperbaiki otot-otot, dan bisa menjadi antipenuaan dini.

“ Hanya dengan 25 menit, tidur siang bisa memberikan perbedaan besar. Tidur bisa meningkatkan kreativitas dan kemampuan memecahkan masalah. Mereka juga menyeimbangkan kembali sistem imunitas. Ini berarti karyawan yang sakit pada hari kerja menjadi lebih sedikit,” kata dia.

Ramlakhan menggarisbawahi waktu tidur siang yang tepat itu berkisar jam 14.00-16.00. Selebihnya, akan berdampak kepada tidur malam.

3 dari 4 halaman

Kurang Tidur, Produktivitas Kerja Menurun

Dream – Mengurangi waktu tidur secara teratur tak berarti kamu bisa mengerjakan semua tugas dengan kelebihan waktu yang dimiliki. Sebuah studi menunjukkan orang-orang yang kurang tidur sebenarnya kurang produktif dalam bekerja.

Dikutip dari studyfinds.org, Jumat 13 Juni 2019, studi ini diterbitkan dalam jurnal “ Sleep”. Kajian ini menunjukkan bahwa orang-orang yang tidur selama 7-8 jam sehari lebih produktif 20 persen daripada yang tidur selama 5-6 jam per malam.

Produktivitas orang-orang yang tidur selama 5-6 jam per malam justru turun 29 persen.

Studi ini dilakukan oleh National Institute of Environmental Health Sciences. Kajian tersebut bertujuan untuk mengetahui apakah masalah tidur seperti insomnia, mengantuk, dan mendengkur bisa menyebabkan penurunan produktivitas atau tidak.

Para peneliti mengkaji data dari 1.007 peserta yang berusia 22 tahun—60 tahun. Kualitas tidur ribuan peserta ini juga dilihat dari beragam aspek, mulai dari kesehatan, masalah tempat kerja, sampai tekanan keuangan.

4 dari 4 halaman

Insomnia Perparah Produktivitas Kerja

Pimpinan kajian, Robert Yang, mengatakan, insomnia turut memperparah penurunan produktivitas. Robert mengatakan insomnia sedang sampai berat membuat produktivitas anjlok hingga 58 persen.

Kantuk pada siang hari dan mendengkur juga menjadi penyebab produktivitas kerja turun.

“ Ini adalah bukti tidur bukanlah kegiatan yang sia-sia. Ini adalah investasi waktu yang bijak,” kata dia.

Lantas harus bagaimana? Robert menyarankan orang-orang untuk tidak lembur.

“ Cobalah berinvestasi dalam kesehatan pribadi dan keuangan dengan tidur lebih banyak,” kata Robert. (ism)

Beri Komentar