Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Duh, Ternyata Gaji Lebih Tinggi Bisa Membuat Orang Lebih Stres. (Foto: Shutterstock)
Dream – Sahabat Dream, tampaknya kita perlu mengubah pandangan soal gaji tinggi. Ternyata, gaji tinggi belum tentu bikin nyaman bekerja, malah jadi makin stres.
Dikutip dari CNBC, Jumat 20 April 2018, LinkedIn menjalankan survei melibatkan 1.000 responden yang merupakan penggunanya. Para responden kebanyakan adalah karyawan dengan domisili kerja di Amerika Serikat.
Hasil survei itu menunjukkan karyawan berpenghasilan US$51 ribu-US$75 ribu (setara Rp70 juta-Rp1 miliar) per tahun merasa sedikit stres. Sebaliknya, orang-orang berpenghasilan di atas US$200 ribu (setara Rp2 miliar) per tahun merasa tertekan dalam bekerja.
Jejaring sosial profesional ini juga menemukan orang-orang yang bergaji di atas US$250 ribu (setara Rp3 miliar) per tahun tak bisa mendapat kepuasan berkerja. Kondisi ini juga dialami oleh karyawan berpenghasilan US$75 ribu-US$100 ribu (setara Rp1,30 miliar-Rp1,38 miliar).
LinkedIn juga mencatat karyawan pria dan wanita memiliki kesamaan level stres dan kepuasan kerja. Selain itu, platform tersebut juga mendapat temuan generasi kekinian sedikit stres dan sedikit puas dengan pekerjaan.
Sementara, 78 persen responden dari generasi baby boomers, yaitu karyawan di atas 53 tahun merasa puas dengan pekerjaan mereka.
Temuan ini mungkin sama dengan ungkapan dari para jutawan yang mengatakan menghasilkan banyak uang tak melulu bisa menjamin kehidupan lebih bahagia dan tak ada tekanan di dunia kerja.
Seorang pengusaha yang ogah disebutkan namanya mengatakan uang bisa membuat seseorang menjadi tamak dan gila. “Saya tidak dikecualikan (dalam hal ini),” kata dia yang berpenghasilan US$1 juta (Rp13,78 miliar) per tahun kepada The Cut.
Advertisement

Indonesia Pangkas Ekspor Gas ke Singapura, Apa Penyebabnya? Bukan Sekadar Soal Pasokan Energi

Benarkah Otot Bisa Berubah Menjadi Lemak Jika Berhenti Olahraga? Ini Penjelasan Ahli

Pawang Hujan Bisa Mendatangkan atau Mengusir Hujan? Ini Jawaban Sains


Prancis dan Italia Diguncang Demo Besar-besaran, Apa yang Membuat Warga Turun ke Jalan?

Ramai Isu Putus Kabel RI–Singapura: Kenapa Internet Dunia Belum Bisa Pindah ke Satelit?

Anak Terlihat Dewasa dan Selalu Mengalah? Waspadai Parentifikasi yang Bisa Berdampak hingga Dewasa