CPNS Tak Setuju NKRI, Sri Mulyani: Lebih Baik Keluar Sekarang!

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Rabu, 31 Juli 2019 13:47
CPNS Tak Setuju NKRI, Sri Mulyani: Lebih Baik Keluar Sekarang!
Dia menyebut aparatur sipil negara (ASN) harus sejalan dengan tujuan NKRI.

Dream – Pemerintah akan membuka seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2019. Jelag pembukaan pendaftaran CPNS 2019, Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati memberikan sebuah pesan yang cukup keras untuk paa pelamar.

Sri Mulyani berpesan agar para CPNS patuh terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Jika tidak sejalan, dia meminta mereka untuk berhenti menjadi CPNS.

“Tantang pada diri Anda sendiri. Kalau kalian percaya dan setuju dengan NKRI dan bahkan sudah menyediakan diri menjadi alat NKRI, kalian bisa tetap di sini. Tapi, kalau kalian merasa tidak cocok, lebih baik keluar dari sekarang,” kata dia saat membuka pelatihan dasar CPNS Kemenkeu, dikutip dari akun Instagramnya @smindrawati, Rabu 31 Juli 2019.

Sri Mulyani menekankan CPNS telah menyediakan diri sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) dan ikut memperjuangkan tujuan NKRI. Dengan begini, ASN merupakan penegak dan perekat bangsa Indonesia.

Menurut Sri Mulyani, dia melihat fenomena ada kelompok masyarakat yang tak sejalan dengan ide dengan tujuan NKRI. Kelompok ini dianggap sudah memiliki tujuan berbeda saat Indonesia didirikan yaitu mencapai Indonesia yang bersatu, berdaulat, adil, dan makmur. 

 
 
 
View this post on Instagram

Kalian secara sukarela, secara sadar sebagai mahluk dewasa sudah menyediakan diri sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) yang akan ikut memperjuangkan tujuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Oleh karena itu dengan sendirinya ASN itu adalah penegak dan perekat bangsa Indonesia. Saat ini ada kelompok masyarakat yang menganggap mereka tidak satu ide dengan tujuan NKRI. Hal itu berarti berbeda dengan tujuan awal negara ini didirikan yaitu untuk mencapai Indonesia yang bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Tanya pada diri Anda sendiri, kalau kalian percaya dan setuju dengan NKRI, dan bahkan sudah menyediakan diri menjadi alat NKRI, kalian bisa tetap di sini. Tapi kalau kalian merasa tidak cocok, lebih baik keluar dari sekarang. Jakarta, 30 Juli 2019 Pembukaan Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Kemenkeu RI

A post shared by Sri Mulyani Indrawati (@smindrawati) on

1 dari 5 halaman

Sri Mulyani Ingin Bayar Pajak Semudah Beli Pulsa Ponsel

Dream - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, ingin pembayaran pajak lebih mudah daripada membeli pulsa telepon. Sehingga, wajib pajak lebih mudah membayar pajak.

" Saya bilang sama Pak Robert (Dirjen Pajak Kemenkeu) dan timnya. Saya ingin membayar pajak lebih mudah dari beli telepon. Kalau pulsa dalam semenit, kita bisa pakai mobile banking. Harusnya bayar pajak lebih mudah lagi," kata Sri Mulyani, dikutip dari Merdeka.com, Selasa 18 Juni 2019.

Menurut Sri Mulyani, penyederhanaan pembayaran pajak menjadi kunci penting dalam meningkatkan rasio pajak. Tak hanya itu, pengawasan dan penegakan hukum juga tidak kalah penting untuk terus ditingkatkan.

" Makanya reform di bidang administrasi dan proses itu menjadi penting, bagaimana disederhanakan, bagaimana proses untuk complience, pembayaran. Di luar itu kami tetap melakukan enforce complience. Terutama pengawasan dan penegakan hukum namun ini dilakukan berdasarkan resiko dari penerimaan perjalanan dan profil dari tax payer," kata dia.

Sri Mulyani mengatakan, dari sisi penyederhanaan administrasi perpajakan, Kemenkeu melalui Ditjen Pajak dan Ditjen Bea dan Cukai, sudah melakukan beberapa terobosan. Salah satunya optimalisasi penyampaian informasi melalui media digital.

" Terobosan dari sisi administrasi perpajakan, ini adalah tiga hal termasuk optimalisasi media digital, mobile tax unit kita perbaiki bisnis prosesnya, dan juga perbaikan dalam pembayaran pajak atau tax," kata dia.

[crosslink_1]

2 dari 5 halaman

Intip Oleh-oleh Eyang Sri Mulyani untuk Cucunya

Dream – Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, belum lama ini menghadiri pertemuan G-20 di Fukuoka, Jepang. Sebelum pulang ke Indonesia, Sri Mulyani berbelanja di Bandara Fukuoka

Dikutip dari akun Instagram Sri Mulyani, @smindrawati, Selasa 11 Juni 2019, dia ditemani oleh Managing Director International Monetary Fund (IMF), Christine Lagarde. Mereka membeli pernak-pernik untuk cucu-cucunya.

“Dua Eyang sibuk memilih oleh-oleh cucu di Airport Fukuoka – Jepang,” tulis Sri Mulyani.

Sri Mulyani berbelanja bersama Christine sebelum pesawat lepas landas. Pernak-pernik yang dibelinya seperti action figure, sepatu bayi berwarna kalem, sampai hiasan rambut yang warnanya lembut.

“Setelah Pertemuan #G20, dalam perjalanan kembali ke tempat masing-masing, sesaat sebelum boarding pesawat. Eyang @christinelagarde dan Eyang Sri Mulyani sibuk memilih pernik-pernik oleh-oleh untuk cucu-cucunya #G20fukuoka #christinelagarde,” tulis dia.

      View this post on Instagram

Dua Eyang sibuk memilih oleh-oleh untuk cucu di AirPort Fukuoka -Jepang. Setelah Pertemuan #G20, dalam perjalanan kembali ke tempat masing-masing, sesaat sebelum boarding pesawat. Eyang @christinelagarde dan Eyang Sri Mulyani sibuk memilih pernik-pernik oleh-oleh untuk cucu-cucunya. #G20fukuoka #christinelagarde

A post shared by Sri Mulyani Indrawati (@smindrawati) on 

3 dari 5 halaman

Warganet Minta Oleh-oleh?

Melihat unggahan ini, ada-ada saja yang dilakukan oleh warganet. Ada yang meminta Sri Mulyani dan Lagarde memborong oleh-oleh.

Ayooo borong semua OMA...mumpung sedang berada di Indonesia....okey,” tulis @reny131.

Ada juga yang ingin mendapatkan oleh-oleh.

Eyang-eyang paling keren di bumi, garang di forum, tapi, eh, ketemu stand oleh-oleh jadi kalap. Bagi sebiji napa, Bu,” tulis @mona_cen.

Bu @smindrawati, mau dong oleh-olehnya,” tulis @tole196.

Malah, ada juga yang ingin jadi cucu Sri Mulyani. “ Mau jd cucu nya ibu #eeh,” tulis @winnylaura15.

4 dari 5 halaman

Kelola Uang Negara, Sri Mulyani Ajak Pegawai Jadikan Quran Sebagai Petunjuk

Dream - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengajak jajarannya untuk menjadikan Alquran sebagai petunjuk dalam menjalankan tugas mengelola keuangan negara.

Imbauan itu disampaikan Sri Mulyani saat memberi sambutan peringatan Nuzulul Quran dan Buka Puasa Bersama Kemenkeu dan Special Mission Vehicle (SMV) Kemenkeu di Jakarta, Selasa, 28 Mei 2019.

Menurut Sri Mulyani, Alquran diturunkan untuk umat Nabi Muhammad SAW dengan membawa tiga makna penting. Ketiga makna itu adalah Iqra yang berarti membaca, Al Furqon sebagai pembeda, dan Az-Zikra atau pengingat.

Makna ini pula yang diajarkan orang tua Sri Mulyani kepadanya.

" Orang tua saya selalu mengatakan: Nduk, jadilah orang yang titenan. Meniteni adalah bagian dari kata sifat membaca. Yaitu bagaimana kita selalu observe dan menggunakan kemampuan batin maupun intelektual kita untuk memahami berbagai hal," jelas Sri Mulyani dikutip Dream dari laman Kemenkeu.go.id, Rabu, 29 Juni 2019.

5 dari 5 halaman

Makna Alquran untuk Jajaran Kemenkeu

Menkeu menjelaskan makna Al-Quran sebagai pembeda dengan harapan seluruh jajaran Kemenkeu dan SMV mampu menjadi umat yang dapat membedakan baik dan buruk. Kemampuan inilah yang bakal menjadi bekal bagi para pejabat negara agar mampu membuat keputusan yang baik.

Pesan selanjutnya yaitu fungsi Al-Quran sebagai pengingat atau pemberi peringatan. Menkeu mengatakan, manusia tidak diciptakan sebagai umat yang sempurna, yang tidak pernah berbuat salah. Sri Mulyani mengingatkan agar Kemenkeu dan SMV mampu membuat sistem yang dapat menjadi pengingat sehingga bisa meminimalisir kesalahan. 

" Al-Quran turun sebagai penghapus seluruh masalah yang ada di dadamu. Karena manusia di dalam dadanya banyak sekali nafsu, ambisi, kadang-kadang juga iri hati, marah. Oleh karena itu, kita memerlukan suatu petunjuk untuk mengingatkan kita agar dapat menjadi manusia yang lebih mulia," ujarnya. (Sah)

Beri Komentar
ANGRY BIRDS 2, Animasi Lucu dengan Pesan Tersembunyi - Wawancara Eksklusif Produser John Cohen