Pelanggan Dapat Apa dari Aturan Tarif Ojek Online?

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Selasa, 26 Maret 2019 19:45
Pelanggan Dapat Apa dari Aturan Tarif Ojek Online?
Pemerintah belum lama ini merilis aturan tentang tarif batas atas dan batas bawah ojol.

Dream – Pemerintah resmi menetapkan tarif batas atas dan batas bawah ojek online (ojol). Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) berharap penetapan tarif tersebut akan diikuti dengan peningkatan pelayanan bagi pelanggan.

Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi, menilai kehadiran ojol yang makin masif dan tak bisa dihindari. Dalam kondisi tersebut, kehadiran negara baik dari regulasi sampai operasional sangat diperlukan.

Tanpa campur tangan pemerintah dikhawatirkan akan terjadi eksploitasi hak-hak konsumen sebagai pengguna ojol, bahkan hak-hak pengemudi sebagai operator ojol.

“ Oleh karena itu, pengaturan tarif ojol dengan model tarif batas atas dan batas bawah adalah langkah tepat,” kata dia di Jakarta.

Tulus mengatakan batas atas bertujuan untuk menjamin tidak ada eksploitasi tarif pada konsumen yang dilakukan oleh aplikator. Sementara tarif batas bawah bertujuan untuk melindungi agar tak ada banting tarif atau persaingan tidak sehat antar aplikator.

“ Dalam moda transportasi umum, model tarif semacam ini adalah hal yang lazim meskipun dalam status hukum, ojol bukan sebagai angkutan umum,” kata dia.

Tulus menekankan kenaikan tarif dan regulasi ojol harus menjamin ada peningkatan layanan, terutama aspek keamanan dan keselamatan. Aspek ini sangat krusial karena motor adalah moda transportasi yang tingkat keselamatan dan keamannya paling rendah.

Dia juga menyebut kenaikan tarif juga harus menjadi jaminan untuk turunnya perilaku ugal-ugalan pengemudi ojol serta meningkatkan kepatuhan terhadap lau lintas. Kalau terjadi, ini bisa menekan kecelakaan lalu lintas.

“ Regulasi yang baru ini seharusnya sudah menjadi termasuk di dalamnya adalah asuransi bagi pengguna ojol, seperti asuransi dari PT Jasa Rahardja,” kata dia.

1 dari 3 halaman

Potongan Diturunkan

Terkait besaran tarif, kata Tulus, seharusnya sudah termasuk potongan 20 persen kepada aplikator. Kalau tak termasuk dengan potongan 20 persen, angkanya menjadi terlalu besar.

“ Potongan 20 persen yang dilakukan aplikator kepada pengemudi seharusnya bisa diturunkan. Dengan kenaikan tarif, berarti pendapatan aplikator juga naik,” kata dia.

Tulus meminta Kementerian Perhubungan untuk bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk melakukan pengawasan.

“ (Tujuannya) agar tidak ada pelanggaran regulasi di lapangan, baik oleh pengemudi atau aplikator,” kata dia.(Sah)

2 dari 3 halaman

Tarif Ojek Online Resmi Berlaku, Batas Atas Jabodetabek Rp 2.500 Per Km

Dream – Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Ditjen Kemenhub) resmi menetapkan tarif batas atas dan batas bawah ojol. Pemerintah juga membagi tarif ojek online berdasarkan tiga zona.

Dirjen Perhubungan Darat, Budi Setiyadi, mengatakan, zona pertama meliputi, Sumatera, Jawa dan Bali; zona dua yakni Jabodetabek dan zona tiga Sulawesi, Kalimantan, Nusa Tenggara, Kepulauan Maluku dan Papua.

" Masing -masing ini dibedakan besaran tarif," kata Budi di Gedung Kemenhub, Jakarta, Senin 25 Maret 2019.

Untuk tarif bawah-atas zona satu sebesar Rp1.850-Rp2.300, zona dua Rp2.000-Rp2.500 dan zona tiga sebesar Rp2.100-Rp2.600.

Selain itu, biaya jasa per empat kilometer yang diterima pengemudi untuk zona satu sebesar Rp7 ribu-Rp10 ribu, zona dua Rp8 ribu-Rp10 ribu dan zona tiga Rp7 ribu sampai Rp10 ribu.

Biaya jasa minimal ini merupakan biaya jasa yang dibayarkan penumpang untuk jarak tempuh paling jauh empat kilometer.

Dalam aturan itu, pihak aplikator diberi hak untuk menambahkan tarif maksimal 20 persen. “ Kalau yang tarif batas bawah, batas atas itu net untuk pengemudi,” kata dia.

3 dari 3 halaman

Berlaku Dua Bulan Lagi

Budi menjelaskan, penentuan tarif ini sudah melalui berbagai diskusi dan riset. Dalam riset yang ada, kebanyakan penumpang di wilayah Jabodetabek menghendaki kebaikan tarif dari Rp200-Rp2.000.

“ Mengapa Jabodebek beda? Karena ojek online sudah kebutuhan primer artinya ada aspek ojek online menjadi kebutuhan saat ke feeder transportasi lain sehingga harus spesifik,” kata dia.

Aturan ini akan ditandatangani hari ini dan berlaku pada 1 Mei 2019 mendatang. Menurut Budi, aturan itu baru berlaku Mei mendatang bertujuan agar masyarakat dan pihak aplikator untuk mengubah algoritma.

Berikut penjelasan lengkap tarif Ojek Online menurut zona:

Zona I 
Wilayah: Sumatera, Jawa (kecuali Jabodetabek) dan Bali
Tarif : Rp 1.850 - 2.300 per kilometer
Biaya jasa per 4 Km: Rp 7.000 - 10.000

Zona II 
Wilayah: Jabodetabek
Tarif: Rp 2.000-2.500
Biaya jasa per 4 Km: Rp8.000 - 10.000

Zona III 
Wilayah Sulawesi, Kalimantan, Nusa Tenggara, Maluku, Papua
Tarif: Rp 2.100-2.600
Biaya jasa per 4 Km: Rp 7.000 - 10.000

 

Beri Komentar
Tutorial Ikuti Audisi LIDA 2020 Indosiar di KapanLagi Lewat Handphone