Meski Unggul Teknologi, Jerman Masih Setia dengan Uang Tunai

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Senin, 17 Juni 2019 08:13
Meski Unggul Teknologi, Jerman Masih Setia dengan Uang Tunai
Padahal, teknologi di sana berkembang pesat.

Dream – Jerman terkenal sebagai negara pengguna uang tunai terbesar di kawasan Uni Eropa. Ada satu alasan yang mendasari negara ini masih menyukai sistem pembayaran tunai.

Dikutip dari Zing, Minggu 16 Juni 2019 di Berlin, Jerman, jangan berharap bisa berbelanja dengan kartu kredit. Kebanyakan toko di sana hanya menerima uang tunai. Bahkan untuk restoran sekalipun.

Fakta ini bisa jadi mengagetkan banyak orang mengingat teknologi di Jerman berkembang sangat pesat. Jika negara-negaa Eropa dan dunia sudah menggunakan kartu kredit atau alat pembayaran lainnya, Jerman masih setia dengan uang euro.

Seorang wanita Jerman, Madeleine Petry, mengatakan senang menggunakan uang tunai untuk bisa mengatur pengeluaran dengan mudah.

“ Kadang-kadang saya menggunakan kartu debit ketika tidak bisa tarik tunai di ATM. Saya juga menggunakan kartu kredit untuk berbelanja barang secara online,” kata Petry.

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Bank Sentral Jerman, Deutsche Bundesbank pada 2017, rata-rata satu orang Jerman membawa uang tunai 107 euro (Rp1,73 juta) di dalam dompetnya. Jumlahnya mencapai 3 kali dari yang dibawa oleh orang Perancis.

Sebagai perbandingan, survei yang dilakukan oleh sebuah bank di Amerika Serikat, ada tiga perempat masyarakat Amerika yang disurvei, membawa kurang dari US$50 (Rp716.354) di dompetnya. Malah, ada yang membawa kurang dari US$10 (Rp143.271).

Menurut survei EHI Retail Research Institute, pada 2018, pertama kalinya Jerman menggunakan transaksi dengan kartu pembayaran lebih banyak daripada tunai. Transaksi dengan kartu debit atau kredit mencapai 48,6 persen, sedangkan tunai 48,3 persen.

1 dari 2 halaman

Masalah Keamanan?

Kepala Departemen Uang Tunai dan Kredit di Rostock University, Doris Neurberger, mengatakan masyarakat Jerman masih menyukai uang tunai karena mengutamakan keamanan personal dan kenyamanan.

“ Masyarakat Jerman menggunakan uang tunai karena mengutamakan keamanan infromasi pribadi dan kenyamanan,” kata Neurberger.

Sementara itu, asisten profesor di University of Gottingen, Agnieszka Gehringer, mengatakan uang tunai bisa memberikan perasaan aman.

“ Dengan uang tunai, saya memiliki aset berwujud di tangan. Itu memberikan rasa aman daripada nomor elektronik dalam akun,” kata Gehringer.

2 dari 2 halaman

Bakal Dibatasi, Tapi..


Tahun lalu, Kementerian Keuangan Jerman berencana untuk membatasi pembayaran uang tunai 5 ribu euro (Rp80,69 juta), tapi gagal karena ditolak oleh publik.

Banyak negara memberlakukan kebijakan untuk membatasi transaksi uang tunai untuk memerangi penggelapan pajak, pencucian uang, dan tindakan kriminal lainnya. Banyak negara seperti Swedia yang bertahap menuju ekonomi nontunai.

Profesor Oliver Serfling dari Rhine Waal University mengatakan pihaknya telah melakukan survei pembatasan uang tunai pada 2017. Hasilnya, 90 persen responden menolak.

Neurberger menambahkan, pembatasan uang tunai bisa mempermudah pemerintah mengakses informasi pribadi masyarakat.

Kini, generasi muda Jerman juga telah berubah. Gehringer mengatakan 80 persen mahasiswa pertukaran Jerman kini menggunakan pembayaran elektronik. (ism)

Beri Komentar
Kenangan Reza Rahadian Makan Siang Terakhir dengan BJ Habibie